Senin, 23 Januari 2023

Mengatasi Virus Writer's Block

 Oleh Noormasri Karyawan, S.Pt.,M.Pd.

 



Tema : Mengatasi Writer’s Block

Narasumber :Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr.

Moderator :Ralliyanti, S.Sos., M.Pd.

Hari/Tanggal  : Senin, 23 Januari 2023

 

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pada pertemuan ke 7 ini, sangat menarik sekali diikuti. Karena membahas tentang Writer’s Block. Awal pertemuan Om Jay memberikan motivasi :

Siapa yang fokus pasti akan lulus

Di dalam kesulitan itu pasti ada kemudahan. Namun sebaliknya di dalam kemudahan itu justru ada kesulitan

Kita sendiri yang menciptakan kesulitan demi kesulitan sehingga hidup menjadi terasa sulit

Terima kasih Om Jay. Kami akan terus focus untuk mengikuti KBMN 28 ini dengan semangat yang menggelora. Walaupun dingin malam semakin menggigit. Tapi itu tidak membuat saya surut untuk teus membaca chat di grup sekaligus membuat resumenya.

Om Jay juga berkata : Banyak membaca akan membuat anda keliling dunia. Banyak ilmu dan pengetahuan anda dapatkan. Banyak pengalaman orang lain bisa anda tiru dan kemudian anda amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ini tidak saya bantah. Berkat rajin membaca dan (mulai) menulis, saya berkesempatan mengujungi hamper seluruh provinsi di tanah air. Dan dalam ingatan saya hanya 7 provinsi saja yang belum dan ingin saya kunjungi. Yaitu : Aceh, Medan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Maluku, dan Papua.

Saya bisa mengunjungi ke setiap provinsi dengan gratis, bahkan dibiayai. Karena selain sebagai instruktur saya juga diajak dan diundang oleh teman-teman setanah air. Semoga ada wajtu untukr mengunjungi ke 7 provinsi itu. Aamiin.

Tepat pukul 19.00 WIB kelas KBMN Gelombang 28 dimulai materinya. Perhatikan dengan seksama informasi yang disampaikan oleh narasumber. Insya Allah resume malam ini akan terus bertambah dan kami akan dengan senang hati membacanya. Jangan sedih ketika blog anda sepi dari komentar.Saya ikut kegiatan malam ini sembari menyelesaikan menulis Novel. He he he… Nyobain membuat Novel. Selama ini hanya menulis cerpen untuk Koran Lokal saya di Jambi.

Pertemuan dibuka oleh Moderator Ibu Raliyanti, S.Sos., M.Pd. dengan do’a  Dilanjutkan dengan mengisi link absensi. Tata tertib pertemuan malam ini :

1. Pembukaan

2. Paparan Materi

3. Tanya Jawab

 

Pada kegiatan pembukaan, Moderator memperkenalkan diri.

Ibu Raliyanti, adalah salah satu dari Tim Solid Om Jaym  yang biasa disapa Rali. Bu Rali bercerita bahwa pada awalnya beliau sama saja dengan peserta dan Subhanallah, ternyata bu Rali satu Angkatan dengan saya di Gelombang ke 20 bersama Pak Dail Ma’ruf dan bu Helwiyah. Buku pertamanya adalah “Wujudkan Mimpi Terbitkan Buku” dialnjutkan dengan buku keduanya berjudul “ Guru di Era Digital” dan dan banyak buku antologinya 17 buku. Dan itulah yang membuat saya jadi bersemangat untuk menulis buku lagi.

Saya sendiri baru menulis 4 buku. Semuanya adalah buku tentang materi pelajaran TIK/ Informatika. Saat ini saya sedang mencoba membuat sebuah Novel. Semoga segera rampung dalam dua minggu ini.

Selanjutnya bu Rali mempersilahkan bu Ditta memulai diskusi malam ini.

Ditta Widya Utami, S.Pd.Gr. adalah salah satu guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat. Menikah dengan Muhammad Kholil, S.Pd.I. dan telah dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Muhammad Fatih Musyfiq. Selain aktif di MGMP, anak kedua dari pasangan Dastewi, S.Pd. dan Tia Makmur Setiana, S.Pd. ini juga aktif di bidang literasi.

Awal pembukaannya bu Dita memuji semangat peserta KBMN 28 ini Hal ini terbukti dari resume yang dihasilkan dari setiap pertemuan. Jumlah yang menulis resume di grup ini jauh lebih banyak dari angkatan kami. Tulisan tulisannya juga sudah bagus-bagus. (Terima kasih pujiannya, bu Ditta).

Selain memiliki blog pribadi :

Blogspot Ditta

https://dittawidyautami.blogspot.com

bu Dita juga memiliki akun Kompasiana :

Kompasiana Ditta

https://www.kompasiana.com/ditta13718

 ooo 000 ooo

Untuk menjadi seorang penulis tidak bisa terjadi secara instan bisa instan tentu. Diperlukan jam terbang yang cukup banyak agar bisa menjadi seperti Om Kay, Bunda Kanjeng, Pak Dail Ma’ruf, Bunda Aam, Bu Rali, Mr. Bams, Prof. Eko, dan lainnya yang tak bisa saya sebut satu per satu.

Bu ditta sendiri sudah senang membaca buku-buku cerita sejak kecil (sebelum SD). Senang menulis sejak di sekolah dasar (dalam buku diary). Lalu ... saat SMP, sering mengirim tulisan ke mading sekolah dan pernah menulis cerita di buku tulis yang dibaca bergiliran oleh teman-teman. Atas arahan guru Bahasa Inggris saya saat itu, saya juga menulis diary dalam bahasa Inggris

Ketika SMA, bu Ditta masih tetap menulis diary. Beberapa teman dekat yang membaca diarynya sempat berkomentar bahwa tulisannya sudah seperti novel. Namanya anak remaja, banyak emosi yang dituangkan dalam catatan Ditta remaja. Namun belakangan, beliau tahu bahwa menulis apa pun yang kita rasakan bisa menjadi self healing yang baik. Bahkan saat ini, beberapa psikolog ada yang menyarankan kepada para pasiennya untuk menulis sebagai salah satu cara mengatasi depresi dsb.

Kebiasaan menulis tersebut memberi banyak manfaat. Misalnya ketika kuliah, bu Ditta pernah membuat buku Petualangan Kimia bersama rekan saya dan diikutsertakan dalam Lomba Kreativitas Mahasiswa di Jurusan. Alhamdulillah meraih posisi kedua.Di saat kuliah juga, saya menulis proposal bersama teman-temannya dan berhasil mendapat dana hibah untuk asosiasi profesi dari Dikti hingga 40 juta. Di tahun 2009-2010 jumlah tersebut tentu sangat besar.

Awal masuk dunia kerja, bisa dibilang beliau cukup vakum menulis. Mengajar di boarding school dengan aktivitas yang padat membuat saya mengambil jeda sejenak dalam dunia kepenulisan Hingga akhirnya di awal masa pandemi, bu Ditta mengikuti kelas menulis bersama PGRI dan masuk di angkatan ke-7. Beliau sangat bersyukur, karena berawal dari arahan untuk membuat resume, beliau kemudian kembali aktif menulis di blog. Bahkan berkesempatan menulis bersama Prof. Tochardis Eko Indrafit. Alhamdulillah menjadi 1 di antara 9 orang (angkatan pertama tantangan Prof. Eko) yang bukunya terbit di penerbit mayor. Karena terbiasa menulis bu Ditta bisa menyelesaikan esai di seleksi Calon Pengajar Praktik Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 3 dan lulus. Alhamdulillah saat ini sedang bertugas lagi di Angkatan 6.

Kesimpulannya bahwa menulis memiliki banyak manfaat

Ada yang menulis karena hobi, kebutuhan, tuntutan profesi, dan lain sebagainya. Apa pun alasannya, aktivitas menulis memang tak bisa lepas dari kita sebagai makhluk yang berbahasa dan berbudaya.

Keterkaitan menulis dengan Writer’s Block.

Pertama, aktivitas menulis itu maknanya luas. Menulis adalah kata kerja yang hasilnya bisa sangat beragam. Oleh karena itu tak hanya novelis, cerpenis, jurnalis atau blogger, namun ada juga copywriter yg tulisannya mengajak orang untuk membeli produk, ada content writer yang bertugas membuat tulisan profesional di website, ada script writer penulis naskah film/sinetron, ada ghost writer, techincal writer, hingga UX writer, dll.

Faktanya, penulis-penulis tersebut masih bisa terserang virus WB alias Writer's Block. Tak peduli tua atau muda, profesional atau belum, WB bisa menyerang siapa pun yang masuk dalam dunia kepenulisan. Oleh karena itu, penting bagi seorang penulis untuk mengenali WB dan cara mengatasinya.

WB ini bisa menjangkit dalam hitungan detik, menit, hari, minggu, bulan, bahkan tahunan.Tergantung seberapa cepat kita menyadari dan mengatasinya. Sederhananya, WB adalah kondisi dimana kita mengalami kebuntuan menulis. Tak lagi produktif atau berkurang kemampuan menulisnya. Hal ini bisa terjadi dengan disadari atau pun tidak. Istilah writer's block sebenarnya sudah ada sejak tahun 1940an. Diperkenalkan pertama kali oleh Edmund Bergler, seorang psikoanalis di Amerika. Berkaca dari pengalaman, WB ini bisa terjadi berulang. Me-reinfeksi kita sebagai penulis. Itulah mengapa saya katakan WB ini sebagai "virus" yang sesekali bisa aktif bila kondisinya memungkinkan. Ibarat penyakit, tentu akan lebih mudah disembuhkan bila kita mengetahui faktor penyebabnya, bukan? Begitu pula dengan WB. Agar bisa terhindar atau segera terlepas dari WB, maka kita perlu mengenali penyebabnya. Berikut adalah beberapa hal yang dapat mengakibatkan WB:

Mencoba metode/topik baru dalam menulis sebenarnya bisa menjadi penyebab sekaligus obat untuk WB.Misal ketika jadi penyebab: Ada orang yang senang menulis cerpen atau puisi. Kemudian tiba-tiba harus menulis KTI yang tentu saja memiliki struktur dan metode penulisan yang berbeda. Bila tak lekas beradaptasi, bisa jadi kita malah terserang WB.

Lalu bagaimana ini bisa menjadi salah satu obat WB? Jawabannya akan berkaitan dengan faktor penyebab WB yang kedua dan ketiga. Dalam Kamus Psikologi, stres diartikan sebagai ketegangan, tekanan, tekanan batin, tegangan dan konflik. Lelah fisik/mental akibat aktivitas harian yang padat juga dapat memicu stress.

Pada akhirnya, jangankan menulis, kita bisa merasa jenuh dan suntuk. Terserang WB deh.Maka, mencoba hal baru dalam menulis bisa jadi alternatif solusi.Mempelajari hal-hal baru yang berbeda dg sebelumnya pasti menyenangkan.Beberapa orang terkadang memilih untuk sejenak rehat dan melakukan hal yang disukai untuk refreshing. Membaca buku-buku ringan untuk cemilan otak juga bisa jadi solusi mengatasi WB. Biar bagaimanapun, WB bisa terjadi karena kita belum bisa mengekspresikan ide dalam bentuk kata.Dengan membaca, kita bisa menambah kosa kata. Pada akhirnya, jika diteruskan insya Allah bisa sekaligus mengatasi WB. Terakhir yang bisa menyebabkan WB adalah terlalu perfeksionis.

Bagaimana tidak? saat seseorang terlalu perfeksionis, terlalu memikirkan apakah tulisan saya sudah sesuai kaidah atau belum, niscaya diary berbahasa Inggris itu tidak akan pernah rampung.

Kondisi menulis dimana kita tidak memikirkan salah eja, salah ketik, koherensi dsb ternyata dalam dunia psikologi dikenal dengan istilah free writing atau menulis bebas Nah, jadi siapa di sini yang masih khawatir tulisannya tidak dibaca? Khawatir dinyinyir orang? Khawatir dikritik ahli? Khawatir tulisannya nggak bagus? Dan masiiih banyak kekhawatiran lainnya. Yuk, dicoba menulis bebas untuk mengatasi salah satu penyebab WB-nya

Bukankah tulisan yang buruk jauh lebih baik daripada tulisan yang tidak selesai? 

Demikian resume pertemuan KBMN 28 yang ke 7.

 

Salam KBMN 28

Jumat, 20 Januari 2023

Menulis Buku Mayor Dalam Dua Minggu

Oleh Noormasri Karyawan, S.Pt.,M.Pd.


 

Tema : Menulis Buku Mayor Dalam Dua Minggu

Narasumber : Prof. Richardus Eko Indrajit

Moderator : Aam Nurhasanah, S.Pd.

Hari/Tanggal  : Jumat, 20 Januari 2023

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pada pertemuan ke 6 ini, saya benar benar tertantang oleh Prof. Richardus Eko Indrajit. Buku yang telah beliau terbitkan seperti berikut :

Classroom Design and Management

Community Based Learning

Computer-Based Assessment

Competency-Based Learning

Computer-Adaptive Assessment

The 21st Century Learning Skills


Pertemuan diawali pembukaan oleh ibu Aam Nurhasanah

Assalamualaikum Wr.Wb. Selamat malam para peserta hebat di seluruh tanah air. Sebelum kita mulai materi malam ini, siapkan gelas kosong untuk menampung ilmu dari Prof. Ekoji

Perkenalkan, nama saya Aam Nurhasanah dari Lebak, Provinsi Banten akan memandu bapak ibu dengan tema Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu.

Narasumber kali ini adalah Prof. Richardus Eko Indrajit. Beliau adalah seorang penulis besar yang bisa mengantarkan mimpi kita menuju penerbit mayor.

Izinkan saya sebagai moderator, mewakili teman-teman menyambut Prof. Eko dengan tepuk tangan yang sangat meriah. 👏👏👏👏

Kepada Prof. Eko silakan memasuki kelas. Terima kasih

Selanjutnya Prof Ekoji memulai kegiatan pertemuan

Selamat malam.  Saya yakin teman2 sudah mendengarkan banyak cerita dari teman-teman guru penulis yang hebat-hebat. Bu Aam adalah salah satu penulis yang hebat dan mandiri (ini bukan pesan sponsor, tapi kenyataan, he... he... he...).

Kali ini saya ingin sharing pengalaman menjadi penulis dari buku mayor, yaitu karya tulis yang diterbitkan oleh penerbit nasional

Hingga saat ini, Prof Eko Indrajit menulis kurang lebh 121 buku mayor semenjak saya selesai kuliah, demikian juga dalam menulis artikel. Prof Eko Indrajit sudah menulis kurang lebih 623 artikel, dalam bahasa Indonesia maupun Inggris. Luar Biasa.

Prof Eko Indrajit senang menulis semenjak Sekolah Dasar. Namun tulisan pertama saya baru diterbitkan majalah ketika saya duduk di bangku SMP. Beliau memiliki Alasan karena senang menulis adalah karena ingin membagi ide, pemikiran, gagasan, dan cerita kepada orang lain dan Lama-lama jadi ketagihan menulis. Beliau juga merasa bahwa semakin banyak membaca buku dan menonton televisi (dulu belum ada internet), semakin tinggi keinginannya untuk menulis.

Buku Mayor pertama beliau yang terbit adalah di tahun 2000, yaitu dua tahun setelah krisis dan reformasi. Dan Sepuluh buku pertama saya isinya adalah bunga rampai. Setiap buku terdiri dari 50 artikel. Setiap artikel berisi ringkasan SATU TOPIK yang sedang menjadi trend pada saat itu.

Beliau sendiri tidak menduga ketika begitu banyak orang yang membelinya. Sampai akhirnya jadi ketagihan menulis.

Hal lain yang membuat motivasi menulis lebih besar adalah karena banyaknya SMS (dulu belum ada WA) yang masuk ke nomor hp saya mengucapkan terima kasih atas buku yang saya buat. Tentu saja hal tersebut membesarkan hati dan saya merasa hidup saya berguna untuk orang lain. Begitulah pentingnya menulis nomor handphone di setiap buku yang saya tulis.

Ketika tanggal 16 Maret 2020 semua guru dan siswa harus belajar dari rumah, saya memutuskan untuk menjadi youtuber, Setiap hari beliau membuat satu youtube, yang isinya hal-hal berkaitan dengan PJJ (karena sedang menjadi pembicaraan nasional). Beliau Saya membuat youtube dengan judul aneh-aneh, seperti gamification, flipped classroom, collaborative learning, metaverse, IOT, big data, dan lain sebagainya. Hingga suatu waktu Om Jay mengajaknyaa untuk mengajarkan guru-guru menulis, saya tergerak untuk bereksperimen.

Setiap guru diminta oleh beliau untuk membuka youtube saya dengan alamat EKOJI CHANNEL Kemudian setiap guru diminta untuk menuliskan apapun yang beliau omongkan di youtube tersebut. Setelah itu saya memberikan tambahan referensi untuk memperkaya konten. Dan

Alhasil, dari 30 guru yang berniat bergabung, ada 19 buku diterbitkan. Dan dari 19 buku tersebut, satu buku terpilih jadi Buku Terbaik Nasional versi Perpusnas untuk kategori PJJ.

Hingga saat ini sudah lebih dari 60 buku guru-guru hebat yang berhasil diterbitkan oleh Penerbit ANDI. pada kesempatan di pertemuan ke 6 KBMN ini Beliau mengajak guru-guru yang tertarik untuk menjadi penulis buku mayor yang diterbitkan untuk mendaftarkan diri.beliau

Namun kali ini agak berbeda modelnya. Beliau akan kasih SEBUAH TEMA, kemudian dengan bimbingan saya dan bu Aam anda mendalami tema tersebut sehingga menjadi buku. Tema saya yang akan membagikan. Yang penting anda berniat serius untuk menulis. Dengan target saya untuk angkatan ini adalah buku-buku sudah masuk ke penerbit. untuk dikurasi SEBELUM Idul Fitri.

Tidak perlu berfikir panjang-panjang untuk menulis. Mulai dari satu hal yang sederhana. Jangan menuliskan sesuatu yang kita tidak mengerti dan tidak ada sumber referensinya. Makannya dulu kalau bu Aam masih ingat, saya lebih senang mengajak rekan-rekan guru untuk BERJALAN BERSAMA, bukan sekedar BERDISKUSI. Kebanyakan orang senangnya berdiskusi dan TAKUT EKSEKUSI. Kalau saya terbalik, langsung EKSEKUSI di bawah bimbingan saya, baru kita berdiskusi nanti kalau ada hambatan. Tidak ada aturan mengenai hal ini. Referensi adalah bentuk penghormatan kita terhadap karya orang lain yang butir-butir kontennya kita pakai dalam buku kita. Semakin banyak kita pakai pemikiran orang lain, semakin banyak referensi yang kita pergunakan.

Isi atau konten menarik yang disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.Beliau akan ajarkan sambil pak Rahman menulis. Daftar ke bu Aam ya, nanti BAGAIMANA nya akan kita lalui bersama. Sudah banyak teori, konsep, dan pengalaman dari penulis lain yang disampaikan ke anda semua. Sehingga saya tidak ingin membebani dengan teori-teori baru. Jadi saya mengajak teman-teman yang BERMIMPI karyanya terpajang di toko buku untuk BERGABUNG dalam batch JANUARI BERSERI yang nanti akan menjadi workshop mingguan membuat buku mayor.

Prof Eko Indrajit adalah penganup konsep BELAJAR KETIKA BERKARYA, bukan BERLAJAR DULU BARU BERKARYA

"Practice makes perfect". Latihan adalah kuncinya.

karena kita para guru, saya akan konsentrasi pada genre PENDIDIKAN MASA KINI, karena masih banyak yangg membutuhkan pemahaman akan berbagai metoda dan strategi pembelajaran abad ke-21

Demikian resume pertemuan 6.

Salam KBMN

Rabu, 18 Januari 2023

Blog Sebagai Media Belajar

Oleh Noormasri Karyawan, S.Pt.,M.Pd.




Tema : Blog Sebagai Media Pembelajaran

Narasumber :Dail Ma’ruf, M.Pd.

Moderator : Purbaniasita KS., S.Pd.

Hari/Tanggal  : Rabu, 18 Januari 2023

 

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Banyak sekali media pembelajaran yang bisa digunakan oleh guru, salah satunya adalah Blog. Kali ini Bapak Dail Ma’ruf, M.Pd, akan membahasa blog sebagai media pembelajaran. Saya sendiri sejak tahun 2010 sudahmenggunakan beberapa media belajar untuk pembelajaran RIK atau yang saat ini dikenal dengan Informatika. Seperti Facebook, Blog, BBM,dan moodle hingga Ketika pandem corona mewabah, maka Whatapps, google classroom, dan blog pribadi.

Namun ada yang berbeda Ketika pak Dail Ma;ruf memberikan materi membuat Blog Sebagai Media Pembelajaran, karena terus terang saya sendiri belum optimal dalam menggunakan blog pribadi saya sebagai media pembelajaran, baik secara offline yang kita gunakan, sekarang media maupun online.

Perkembangan media sosial saat ini membuat peserta didik terlena dalam ;kesenyapan’ dunia maya dan dengan gadgetnya, dengan media sosial yang banyak memberikan pengaruh negatifnya, sehingga membuat peserta didik menjadi malas untuk membaca, tidak salah jika hasil Anaisis Kompetensi Minimum (AKM) saat ini menunjukkan bahwa kemampua literasi peserta didik sangat rendah, hal ini diakibatkan karena pengarus media sosial yang tak urung mengurung mereka oleh saya media sosial. Separuh nafas meeka berhembus dalam media sosial Tiktok, Instagram, Facebook, dan media sosial lainnya yang justru saya sendiri banyak tidak faham dengan media sosial “rahasia” peserta didik.

Menurut pak Dail Ma’ruf bila dikelola dengan baik, maka blog akan meningkatkan minat siswa dalam mengesplorasi kemampuan literasi dan motivasi belajarnya akan meningkat menjadi lebih baik. Cukup menggenggam Handphone saja  peserta didik bisa mengulang pembelajarannya Kembali kapan saja dan dimana saja,  dengan adanya Blog sebagai media pembelajaran  ini sangat memudahkan peserta didik. Dan gurunyapun. tidak ada lagi alasan buku tinggal atau hilang, karena zaman sekarang siswa lebih perhatian sama Handphone daripada buku pembelajarannya.

Saya sendiri sudah memiliki beberapa e-book, yang dapat didipantau peserta didik mereka, kemudian mempekajari materi pembelajaran disana, dan ada juga juga link blog khusus untuk peserta didik dicampur dengan tutorialnya saya saya save chanel youtube saya untuk menunjang materi pelajaran. Sesekali saya menyampaikan presentasi dalam bentuk video

Contoh aplikasi yang saya berikan kepada siswa saya, dan dengan aplikasi ini sangat memudahkan bagi saya untuk memberikan materi  dan latihan, siswa hanya perlu masuk ke blog saya, lalu buat nama di kolom komentar, boleh dijawab di blog atau lewat buku, yang saya utamakan mereka mengunjungi blog dan menjawab soal, sebagai tanda mereka membaca mereka harus meninggalkan jejak mereka di blog. dan ternyata memang benar siswa jadi gampang dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. 

Ada blog pembelajaran dari pak Dail Ma’ruf yang membuat saya terinspirasi untuk menirunya Blog tersebut digunakan pak Dail Ma’ruf sebagai Media pembelajarannya dan telah terbukti bahwa ada peningkatan yang signifikan dari 55 ke 87. Luar biasa, peserta didik yang semula enggan membaca, termotivasi untuk membaca blognya. Dan imbanya nilai asil belajar mereka   bisa meningkat dan berada di atas KKM. Jika KKM 80. begitu juga saya yang sudah mencobakan menggunakan blog sebagai media pembelajaran merasakan perubahan bagi siswa dalam hasil pembelajaran, meskipun blog saya tidak sebagus bapak Sartono, semoga kita menjadikan ini sebagai motivasi.

Saat ini saya sedang mencoba mengembangkan blog saya untuk dijadikan media pembelajaran. Dan saat ini on progress. Ini adalah tugas saya sebagai giri yang di inspirasi dan blognya pak Dail Ma’ruf. Semoga bisa meningkatkan hasil belajar peserta didik di sekolah saya dan siswa yang saya ajar.

Terima kasih untuk narasumber dan moderator yang telah mengikutkan saya ke dalam grup ini.

 Salam KBMN 28

Senin, 16 Januari 2023

Metamorfosa KTI Menjadi Buku

 Oleh Noormasri Karyawan, S.Pt.,M.Pd.

 


Tema : Menulis Buku dari Karya Ilmiah

Narasumber :Eko Daryono, S.Pd

Moderator : Nur Dwi Yanti, S.Pd.

Hari/Tanggal  : Senin, 16 Januari 2023

 

 

Bismillahirohmanirrohim

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah kita bisa kembali dalam aktivitas pelatihan daring belajar menulis Angkatan 28.

Berikut akan and abaca ringkasan/resume pelatihan Pertemuan ke 4 KBMN 28 dengan Topik : Menulis Buku dari Karya Ilmiah.

Adapun narasumber kita kali ini adalah Bapak Eko Daryono,S.Pd. dan Moderatornya ibu Nur Dwi Yanti, S.Pd. yang juga lulusan Kelas Belajar Menulis Nusantara Angkatan 24.

Percakapan awal dibuka oleh moderator dengan mengutip kalimat tokoh motivasi warga negara Amerika yaitu John Maxwell, yang menjeaskan serta menggambarkan bahwa passion itu adalah bahan bakarnya untuk berkemauan atau sebagai "the fuel for will" . dan ini mengindikasikan bahwa passion menulis akan mengubah "keharusan" menjadi "kemauan.".

Bila ada satu keinginan dari dalam diri kita yang harus dipenuhi, maka kita pasti akan melakukan suatu tindakan untuk memnuhi rasa ingin tahu kita. Jadi ketika kita sangat menginginkan sesuatu, kita akan menemukan tekad untuk melakukannya dan tidak akan berhenti sampai benar-benar mencapainya. Tapi tentu saja dengan perjuangan yang pantang surut. Soalnya kalua ditengah jalan kita berhenti, maka kita akan terjerembab dalam hiruk pikuk kehidupan sosial kita.

 Menulis Buku dari Karya Ilmiah kali ini dimotori oleh bapak Eko Daryono, S.Pd. Beliau biasa dipanggil dengan sapaan “Mr. Yons”, beliau adalah sosok guru yang bersahaja yang tergerak dan menggerakan untuk membawa dampak dampak perubahan baik untuk dirinya sendiri dan juga lingkungan sosialnya. Mr Yons adalah  sebagai penulis yang telah memiliki kompetensi yang mumpuni dalam bidang menulis, menjadi narasumber di berbagai kegiatan juga banyak lagi prestasi yang menjadikannya  sebagai sosok yang sangat berkompeten dibidangnya, sehingga pantas kalua kita acungkan jempol dan kita sambut kehadirannya untuk memberikan kita ilmu..

 

MENULIS BUKU DARI KARYA TULIS ILMIAH.

Karya tulis yang pernah kita buat sebenarnya dapat dijadikan sebuah buku sebagai referensi bagi pembaca. Bisakah Karya Tulis Ilmiah dijadikan buku? Tentu saja jawabnya Bisa.

Ketika kita akan mengkahiri kegiatan kuliah diperguruan tinggi apapun, pasti dituntut untuk membuay skripsi atau Karya ilmiah sebagai syarat menuntaskan kegiatan perkuliahan. Nah  dari pada hasil karya ilmiah itu disimpan dilemari atau diperpustakaan perguruan tinggi mengapa tidak kita ubah saja menjadi buku yang berguna bagi para pembaca. Kita lebih baik menjadikan Karya tulis kita menjadi buku supaya bisa dibaca oleh banyak orang sehingga lebih bermanfaat. Karena bila hanya disimpan tentu saja ilmu yang ada dalam karya ilmiah tersebut akan hanyut dalam gerusan waktu. Percuma kan?

Pertanyaannya. bagaimana caran mengubah karya tulis ilmiah itu menjadi sebuah buku? Mr.Yons yang akan menjelaskannya. 

Karya Tulis Ilmiah (KTI), dalam peraturan kepala LIPI Nomor 2 tahun 2014 adalah  tulisan hasil penelitian dan pengembangan dan/atau tinjauan, ulasan (review), kajian, dan pemikiran sistematis yang dituangkan oleh perseorangan atau kelompok yang memenuhi kaidah ilmiah. 

Ada banyak jenis karya tulis ilmiah, secara umum Karya Tulis Ilmiah dibagi dua yaitu  Karya Tulis Ilmiah berbentuk buku bacaan dan Karya Tulis Ilmiah non buku. Sedangkan Karya Tulis Ilmiah non buku antara lain dalam bidang akademis untuk mendapatkan gelar seperti tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi. Karya Tulis Ilmiah hasil penelitian, seperti Penelitian Tindakan Kelas, Penelitian Tindakan Sekolah, best practice, makalah, artikel dan jurnal. Karya Tulis Ilmiah dapat juga berupa ulasan atau resensi. 

Karya Tulis Ilmiah berupa buku diantaranya Karya tulis ilmiah  Buku bahan ajar seperti diktat, modul, buku ajar dan buku referensi. Modul dan Buku pengayaan seperti monografi, buku teks, buku pegangan, buku panduan. Buku kompilasi seperti bunga rampai, prosiding. Buku siswa dan buku guru.

Dalam mengubah Karya Tulis Ilmiah menjadi buku terdapat Struktur penulisan Karya tulis ilmiah yan secara umum struktur bab sebagai berikut:

 


Inilah standar dalam menyusun bagian buku bab per bab dalam Karya tulis ilmiah meskipun untuk karya tulis ilmiah sejenis skripsi, tesis, desertasi, tugas akhir memiliki gaya yang berbeda di setiap perguruan tinggi di nusantara bahkan di mancanegara sekalipun.

Dimana perbedaannya antara laporan karya tulis ilmiah dan karya tulis ilmiah yang disulap atay di konversi menjadi buku? Mari bacalah tulisan ini hinngga titik kalimat terakhir,:

Berikut perbedaannya.


Secara subtansi isi, tidak ada perbedaan isi laporan karya tulis ilmiah dengan isi buku hasil konversinya. Karena sejatinya isi buku mencerminkan keseluruhan isi laporan karya tulis ilmiah. Secara sistematika, tentunya gaya penulisan karya tulis ilmiah dengan penulisan buku tentu berbeda.

Saya sendiri pernah mencoba mengubah penelitian rindakan kelas saya menjadi sebuah buku seperti ini.


Namun setelah saya mengikuti bincang malam ini, ada banyak kekeliruan yang saya buat terutama bagaimana cara penyesuaianpenyesuaian sistematika karya tulis ilmiah yang dikonversi menjadi buku dengan tujuan agar kesannya tidak kaku.

Setelah mengikuti diklat daring inilah saya akhirnya tahu Bagaimana cara mengkonversi KTI menjadi buku.

1. Memodifikasi judul

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengubah judul karya tulis ilmiah. Saya baru faham bahwa untuk menentukan judul baru bagi karya tulis ilmiah harusnya mengandung unsur : variabel penelitian, objek penelitian, dan seting penelitian (baik tempat maupun waktu). Judul buku hasil konversi seperti judul buku-buku yang punya daya tarik dan daya jual harus menarik, unik, mudah diingat, dan mencerminkan isi buku. Kemenarikan judul buku sifatnya subjektif.

Contoh judul KTI yang diberikan oleh Mr Yons:

 


2. Memodifikasi Sistematika dan Gaya Penulisan

Berikutnya. Karya Tulis Ilmiah Non buku yang berupa laporan hasil penelitian umumnya ditulis dengan sistematika dan penomoran yang baku seperti yang telah saya uraikan di atas. Pada saat laporan tersebut dikonversi menjadi buku, maka harus dimodifikasi gayanya sesuai dengan gaya penulisan buku. Tidak tampak lagi adanya sub bab-sub bab yang membuat isi buku seolah-olah terpisah-pisah

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan saat mengkonversi KTI menjadi buku?

  • Pertama, keaslian laporan hasil penelitian. Tindakan Plagiat tidak dibenarkan terlebih karya seperti PTK kadang tidak dicek keasliannya. Namun saat diterbitkan jadi buku, maka penulis harus yakin betul bahwa karya yang akan diterbitkan memang oroginal punya penulis sendiri
  • Kedua , menghindari kompilasi yang terlalu banyak.
  • Ketiga memilah dan memilih data yang dipublikasikan. Data matang saja yang disajikan agar buku berbobot dan tidak bombastis
  • Keempat, modifikasi bahasa buku
  • Kelima, hindari pengambilan sumber kutipan berantai atau pendapat yang kurang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
  • Keenam, wajib menuliskan semua daftar Pustaka yang dipakai sebagai rujukan dalam buku untuk mendukung keabsahan buku.
  • Ketujuh, memperhatikan kaidah penyusunan buku ber-ISBN khususnya jika akan dinilaikan untuk KP sesuai Buku 4 PKB

Setelah memahami penjelasan dari Mr. Yons, saya akan mencoba Kembali mengubah hasil Penelitian Tindakan Kelas saya yang terbaru menjadi sebuah buku.

Terima kasih pencerahannya Mr. Yons. Semoga ini merupakan Langkah kedua saya untuk dapat berkreasi Kembali dalam menulis buku yang bersumber dari Karya Tulis Ilmiah.


Salam KBMN 28.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jumat, 13 Januari 2023

Gali Potensi. Ukir Potensi

Oleh Noormasri Karyawan, S.Pt.,M.Pd.

 


Tema : Gali Potensi Ukir Prestasi

Nara Sumber : Aam Nurhasanah S.Pd

Moderator : Arofiah Afifi, S.Pd

Hari/Tanggal  : Jumat, 13 Januari 2023

 

 

Bismillahirohmanirrohim.

Assalamualaikum warrahmatullohi wa barrakatuh.

 

Hmmm… Pertemuan ketiga KBMN

 

Pada pertemuan ke tiga,dengan topik Gali Potensi Ukir Prestasi

 

Pada pertemuan Ketiga KBMN kali ini, ada ilmu baru yang saya dapatkan. Ternyata tulisan yang sudah pernah saya buat tidak sehebat tulisan rekan-rekan di grup KBMN 28 ini. Makanya duduknya saya di pertemuan ketiga ini adalah untuk menambah ilmu menulis saya dari narasumber kita ibu Aam Nurhasanah

 

Membaca nama bu Aam Nurhasanah, saya ingat anak tetangga saya yang Bernama Nurhasanah.

 

Kalau ditanya : “Mau kemana Nur?”

Jawabnya : “Mau aam nasi uyu yo…” (Mau makan nasi dulu ya)

Memang cadel anaknya

Sejak saat itu kami sering memanggilnya “Aam Nurhsanah” he he he.

 

Pertemuan ketiga. Ucapan bu Aam Nurhasanah membakar motivasi saya untuk tetap menulis kapan saja. Ini yang makin membuat saya betah ada di grup KBMN 28 ini, Semangat untuk menggali ilmu dari para pakar literasi menulis nusantara.

 

Pelatihan diawali dengan menyimak paparan materi dari narsumber, bu Aam Nurhasanah. dengan moderatornya adalah ibu Arofiah Afifah yang piawai dalam berpantun hingga saya juga tergelitik untuk berpantun.

 

Bukan bedug sembarang bedug

Suara bedug sangat menawan

Bukan duduk sembarang duduk

Saya duduk ikut pelatihan

 

Menjadi seorang penulis tidak ada dalam kamus cita-cita bu Aam Nurhsanah. Beliau memaparkan bahwa awal mula menulis hanya mencoba mengungkapkan apa yang ada di benaknya namun ternyata gairah menulis terus menggelora hingga tidak terasa sudah banyak tulisannya. Bu Aam Nurhasanah memulai karir menulis tentang apa yang ada dalam benaknya dan menulis apa saja yang disukainy, kebiasaan it uterus berlanjut dan akhirnya bu Aam Malah semakin lihai dan semakin menguasai aktivitas tulis-menulis. 

 

Bu Aam Nurhasanah juga menjelaskan bahwa pada awal mulanya, beliaupun sama saja seperti penulis lainnya, yang kadang merasa kurang percaya diri, dan merasa hasil tulisannya kurang bagus, malah takut mempublikasikan tulisannya karena takut di cemooh pembaca atau malah takut dijadikan bulan-bulanan pembaca yang akan mengatakan tulisannya jelek tidak bermanfaat. Malah terkadang bu Aam Nurhasanah takut kena bully. Dan untuk itulah beliau hanya menyimpan naskah tulisannya, serta membiarkan tulisannya tersimpan saja di laptop atau malah ada tulisannya masih di dalam benaknya saja dan tidak terasa ingatannya tentang naskah tulisannya menguap begitu saja. Hal yang paling membuatnya takut menulis karena bu Aam Nurhasanah opernah ikut pelatihan menulis dan tidak lulus dalam pelatihan menulis Gelombang ke 8. Namun bu Aam Nurhasanah berhasil memacu semangatnya dan pantang menyerah sehingga dapat lulus pada gelombang ke 12.

 

Senada dengan saya ya… he he he…(memuji my self). Ikut pelatihan menulis gelombang ke 2, tapi karena tidak focus akibat melubernya kegiatan dan tugas di sekolah, hingga kegiatan pelatihan menulispun jarang diikutkan. Malah untuk memabaca WAG Belajar menulis pun sangat jarang. Hingga akhirnya saya keluar dari grup itu.

Ketika niat untuk menulis dating, maka saya menghubungi Om Jay, untuk diikutkan dalam kegiatan pelatihan menulis di WAG. Om Jay me-add saya ke grup WAG Pelatihan Menulis Gelombang ke 20. Dan akhirnya saya bisa menerbitkan buku solo saya yang pertama dengan kuratrornya pak Bryan Prasetyawan dan ibu Kanjeng.

 

Bu Aam Nurhsanah mulai menerbitkan buku antologi yang pertamanya dan dirilis, tidak disangka bu Aam menjadi penulis urutan ke 48 se-Indonesia. Hal ini menjadikan Semangat bu Aam Nurhasanah menggelora dan makin besarnya ide menulisnya dan motivasinya. Tulisannya itu mengantarkan beliau untuk terus berbagi pengalaman menulis untuk sesame penulis lainnya. Hingga akhirnya bu Aam menjadi moderator pada Tim Penulis Solid Om Jay.

 

Sebagai upaya meningkatkan keterampilan menulis dan mengasah mengasah keterampilan menulis, bu Aam Nurhasanah mengikuti kegiatan Tantangan Menulis Satu Minggu bersama Prof. Eko  Indrajit, dan naskah beliau lolos dalam seleksi penerbit mayor dan bukunya masuk dalam toko buku Gramedia. Dalam kegiatan menulis di e-book, beliau juga mengikuti berbagai lomba menulis seperti Lomba Menulis dalam Blog, atau lomba-lomba menulis lainnya yang awalnya masuk dalam 10 besar, hingga beliau dapat meraih juara pertama sungguh prestasi yang luar biasa. Bahkan bu Aam Nurhasanah dipercaya sebagai kurator yang menerbitkan novel dan editor oleh Bu Kanjeng, serta aktif membantu para alumni KBMN dalam membuat dan merilis buku.

 

Semoga apa yang diberikan oleh bu Aam Nurhasanah dapat membuat saya lebih termotivasi untuk terus menulis.

 

Wassalamumualaikum, Warahmatullahi.Wabarakatuh

Jambi, 13 Januari 2023

 


Rabu, 11 Januari 2023

Menjadikan Menulis Sebagai Passion

Oleh Noormasri Karyawan, S.Pt.,M.Pd.



Tema : Menjadikan Menulis Sebagai Passion

Narasumber : Dra. Sri Sugastuti, M.Pd.

Moderator :  Widya Setianingsih, S.Ag.

Hari/Tanggal  : Rabu, 11 Januari 2023


Grup KBMN PGRI 28 memang sangat luar biasa. Banyak sekali ilmu dan pengetahuan baru yang saya dapatkan di grup ini. Materi-materi yang renyah mudah di cerna fikiran dari para narasumber membuat saya jadi menikmati olah fikir saya dan membentuknya jadi tulisan di blog saya.

Oh iya, apa sih Maksud Ilmu Pengetahuan itu?

Saya ulas sedikit ya…

Kalimat itu terdiri atas 2 kata yaitu Ilmu dan Pengetahuan. Apa bedanya?

 

Bayangkan. Jika ada secangkir air di atas meja dan cangkir itu beri kopi panas.

 

Kita tahu ada secangkir kopi panas di atas meja… itulah PENGETAHUAN

Artinya Pengetahuan itu adalah segala sesuatu yang bisa dirasakan, dilihat, didengar oleh panca idera kita.

 

Bagaimana membuat kopi panas dalam cangkir?

Pertama, kita sediakan cangkir, masukkan kopi kedalamnya, lalu tambahkan gula. Selanjutnya tambahkan air panas ke dalamnya. Aduklah… maka terciptalah Kopi Panas.

Itulah ILMU.

Artinya Ilmu adalah segala upaya yang dilakukan untuk mewujudkan pengetahuan dalam bentuk kongkrit atau abstrak.

 

Demikian sekilas info.

 

Lanjut ya ke resume saya

 

Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. biasa di panggil Ibu Kanjeng. Saya mengenal beliau Ketika ikut Grup Belajar Menulis gelombang 2 bersama bapak Brian Prasetyawan. Tapi sekilas saja waktu itu, karena di gelombang ke dua saya tidak teralu fokus dengan kegiatan itu.
Beberapa bulan kemudian saya ikut lagi di gelombang ke 20, masih Bersama bu Kanjeng. Pak Brian dan tentu saja ada Om Jay di dalamnya.

 

Topik yang dibawakan oleh bu Kanjeng adalah "Writing is My Passion". Saya lebih menterjemahkannya sebagai : Menjadikan kebiasaan menulis sebagai hobi yang memberikan manfaa dan bisa mendatangkan Cuan.

Karena Cuan, maka saya termotivasi untuk terus menulis. Terkadang sering mandeg menulis karena kesibukan di sekolah atau di keluarga. Tapi begitu ada kesempatan menulis, maka saya menulis dengan SKS (Sistem Ketik Semalaman) he he he he.

 

Ucapan bu kanjeng dalam menjelaskan tentang passion menulis dapat dilakukan dengan cara menjaga kesinambungan antara apa yang difikirkan denga napa yang akan ditulis merupakan satu motivator yang dimiliki semua orang, Bagaimana cara menjaga passion dan menyalurkannya menjadi tulisan berkelanjutan dan menjaganya sehingga tidak pernah padam, itulah ILMU yang akan diterangkan bu Kanjeng.

 

Ketika kita sudah mulai berproses dengan menulis satu paragraph kalimat dan tetap fokus dengan proses menulis itu, maka itulah saatnya sebuah passion akan dimulai. Pada waktu itulah semangat untuk  menulis tidak menyala, dan akan berhenti Ketika ada hal kecil saja yang membuatnya padam. Contoh… Ketika sedang mengetik, tiba-tiba pintu rumah diketuk tamu maka konsentrasi akan hilang. Tapi bila kita masih dalam suasana menulis dan karena sudah terbiasa dan itu adalah kebutuhan bukan beban, maka setelah tamu pulang semangat untuk melanjutkan tulisan pasti akan kembali menyala. Sehingga ketika kita menghentikan menulis karena adanya gangguan, maka kita akan tetap tertanam apa yang akan ditulis tadi..

 

Bu Kanjeng juga mengeksplorasi tentang,  kemampuan menulis yang bisa dijadikan sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berpikir seseorang, pasti akan terus terjaga bila dibarengi dengan kebiasaan literasi atau sering membaca. Saat ini profesi penulis merupakan salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara sosial, dan dapat menghasilkan cuan. Ternyata proses menulis juga memiliki beberapa kendala seperti yang saya contohkan di paragraph atas. Faktor tersebut meliputi perasaan tidak memiliki bakat menulis, tidak memiliki waktu,  tidak memiliki ide, bahkan ada gangguan tidak terduga, serta tidak mau menerima kritik, maupun alasan tidak suka menulis.

 

Kendala ittu dapat disingkirkan apabila kita dapat menemukan strong why. Mengapa harus menulis?

Dan jawabannya ada dalam motivasi internal diri sehingga kita memiliki alasan tepat untuk tetap memaksa diri menulis setiap hari. Ungkapkan dalam benak mengapa mengapa harus menulis, bagaimana cara menulis, apa yang harus ditulis, kapan harus menulis, dan topik apa yang akan ditulis. Tulisan tidak harus bersifat ilmiah. Saya sendiri mulai menulis sejak tahun 1994 dan menulis artikel di koran lokal di daerah saya, dan alhamdulillah sering dimuat.

 

Tulisan yang ringan saja. Contoh… cobalah tulisakan apa saja aktivitas anda Ketika bangun tidur subuh tadi hingga saat ini. Awalnya sulit, tapi kalua dibiasakan maka akan menjadi kebiasaan. Untuk menjadi penulis yang baik kita harus mengetahui langkah-langkah dalam membuat tulisan. Seperti Gemar membaca buku (literat) karena hal ini penting untuk memunculkan ide. Sebaiknya kita memiliki mentor menulis yang tepat sehingga bisa membimbing dalam menghasilkan karya tulis. Selanjutnya jangan “Pelit” untuk share tulisan ke teman-teman, karena dari merekalan kitab isa menyempurnakan tulisan kita.

 

Apa yang harus kita ketahui dan kita persiapan untuk menulis? Satu diantaranya adalah menggali dan menemukan ide, dan menetukan topik yang ingin diterjemahkan dalam bentuk tulisan atau outline..

 

Menulis memerlukan kesabaran dan ketelatenan. Bagi penulis pemula, fokuslah pada ketekunan. menulis tentang aktivitas diri sendiri semampunya, jangan mengharapkan tulisan awal yang sempurna… karena :

 

TIDAK ADA YANG SEMPURNA DI DUNIA INI.

SEMPURNA ITU HANYA MILIK GITA GUTAWA

He he he….

 

https://www.youtube.com/watch?v=EV19hpZcD5g&ab_channel=sonymusicIDVEVO

 

Langkah berikutnya dalam aktivitas menulis adalah mengedit tulisan kiya. Baca Kembali tulisan jika ada yang harus diperbaiki maka perbaiki jika ada yang harus ditambah, tambahkan (revisi).

 

Tahap akhir adalah mengirimkan naskah yang sudah diedit kepada penerbit. Setelah melewati proses pracetak (perwajahan buku, tata letak, ISBN, proof reading), kemudian proses cetak, maka tulisan kita siap untuk didistribusikan

 

Ada kegembiraan dan kebanggaan tersndiri Ketika tulisan kita terwujud dalam bentuk buku dan disukai oleh pembaca, dan akhirnya fee akan menemui kita. Tetaplah menulis.

 

Salam KBMN 28.

Senin, 09 Januari 2023

Writing Everyday... Came'on

Oleh Noormasri Karyawan, S.Pt.,M.Pd.



Tema : Menulis Setiap Hari

Narasumber : Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd.

Moderator : Dail Ma'ruf, M.Pd.

Hari/Tanggal  : Senin, 9 Januari 2023

Assalamualaikum Wr. Wb

Ah... Kalau membaca atau mendengar nama Wijaya Kusumah, terbayang wajah sahabat lama sejak tahun 2013. Tahun itu saya hanya bisa bertemu melalui dunia maya dan mendengar suaranya melalui Handphone dan Whatapps. Suaranya khas membuat saya rindu ingin bertemu.

Dan.... yes. tahun 2014 harapan saya terpenuhi. Bisa bertemu langsung dengan Om Jay di Wisma UNJ dalam rangka mengikuti Seminar Nasional dengan tema : Urgensi Mapel TIK dalam Kurikulum 2013 di Kementerian Pendidikan Nasional Jakarta.

Tidak sangka ternyata Om Jay memiliki tubuh tambun, tapi tingginya sama dengan saya, malah lebih tinggi saya... he he he.

Selanjutnya pertemuan kedua berlangsung di Gedung PGRI... Om Jay bisa tebak kan, acara apa. Ada Teh Wiwin Sabayanti, Mas Bambang S., Aki Tri Budiharjo dan Mas Yourie Lily.

Pada tahun 2014 itulah Om Jay menghadiahkan saya buku yang menjadi fondasi dan motivasi saya untuk menulis. :

Om Jay Berkata : Mebiasakan menulis setiap hari, memaksa dan mebiasakan tangan dan otak kita bekerja bersama melawan rasa malas ditemani dengan semangat rajin membaca tulisan orang lain ataupun mendengar berita terkini dapay membuat kita terbiasa untuk menulis sehingga akan membuahkan prestasi.

Namun saya punya opini, bahwa dengan menulis maka sinergi antara otak dan tangan akan menimbulkan gairah fikiran untuk mengeuarkan imajinasi dan "Memaksa: tangan menari untuk menuliskannya.

Om Jay juga mengatakan :

Menulis Dengan Hati, maka akan bertemu dengan hati

Saya juga punya pendapat bahwa : "Bila Ingin Panjang Umur : MENULISLAH. Karena nama kita akan dikenang orang dari karya rulisan kita. Apapun bentuk tulisan kita.

KBMN akan 'memaka otak, tangan dan hati untuk meempraktikkan isi tulisa yang setiap hari kita tulis dan dengan dibarengi membaca kita akan menemukan hal-hal yang baru yang tersirat dalam setiap bacaan. Bahkan, dalam tulisan kita sendiri. YAKINLAH! ada hal yang tersirat yang tidak kita sadaru kitalah yang menemukannya. Banyak membaca dan banyak berfikir kemudian tulislah.