Jumat, 20 Januari 2023

Menulis Buku Mayor Dalam Dua Minggu

Oleh Noormasri Karyawan, S.Pt.,M.Pd.


 

Tema : Menulis Buku Mayor Dalam Dua Minggu

Narasumber : Prof. Richardus Eko Indrajit

Moderator : Aam Nurhasanah, S.Pd.

Hari/Tanggal  : Jumat, 20 Januari 2023

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pada pertemuan ke 6 ini, saya benar benar tertantang oleh Prof. Richardus Eko Indrajit. Buku yang telah beliau terbitkan seperti berikut :

Classroom Design and Management

Community Based Learning

Computer-Based Assessment

Competency-Based Learning

Computer-Adaptive Assessment

The 21st Century Learning Skills


Pertemuan diawali pembukaan oleh ibu Aam Nurhasanah

Assalamualaikum Wr.Wb. Selamat malam para peserta hebat di seluruh tanah air. Sebelum kita mulai materi malam ini, siapkan gelas kosong untuk menampung ilmu dari Prof. Ekoji

Perkenalkan, nama saya Aam Nurhasanah dari Lebak, Provinsi Banten akan memandu bapak ibu dengan tema Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu.

Narasumber kali ini adalah Prof. Richardus Eko Indrajit. Beliau adalah seorang penulis besar yang bisa mengantarkan mimpi kita menuju penerbit mayor.

Izinkan saya sebagai moderator, mewakili teman-teman menyambut Prof. Eko dengan tepuk tangan yang sangat meriah. 👏👏👏👏

Kepada Prof. Eko silakan memasuki kelas. Terima kasih

Selanjutnya Prof Ekoji memulai kegiatan pertemuan

Selamat malam.  Saya yakin teman2 sudah mendengarkan banyak cerita dari teman-teman guru penulis yang hebat-hebat. Bu Aam adalah salah satu penulis yang hebat dan mandiri (ini bukan pesan sponsor, tapi kenyataan, he... he... he...).

Kali ini saya ingin sharing pengalaman menjadi penulis dari buku mayor, yaitu karya tulis yang diterbitkan oleh penerbit nasional

Hingga saat ini, Prof Eko Indrajit menulis kurang lebh 121 buku mayor semenjak saya selesai kuliah, demikian juga dalam menulis artikel. Prof Eko Indrajit sudah menulis kurang lebih 623 artikel, dalam bahasa Indonesia maupun Inggris. Luar Biasa.

Prof Eko Indrajit senang menulis semenjak Sekolah Dasar. Namun tulisan pertama saya baru diterbitkan majalah ketika saya duduk di bangku SMP. Beliau memiliki Alasan karena senang menulis adalah karena ingin membagi ide, pemikiran, gagasan, dan cerita kepada orang lain dan Lama-lama jadi ketagihan menulis. Beliau juga merasa bahwa semakin banyak membaca buku dan menonton televisi (dulu belum ada internet), semakin tinggi keinginannya untuk menulis.

Buku Mayor pertama beliau yang terbit adalah di tahun 2000, yaitu dua tahun setelah krisis dan reformasi. Dan Sepuluh buku pertama saya isinya adalah bunga rampai. Setiap buku terdiri dari 50 artikel. Setiap artikel berisi ringkasan SATU TOPIK yang sedang menjadi trend pada saat itu.

Beliau sendiri tidak menduga ketika begitu banyak orang yang membelinya. Sampai akhirnya jadi ketagihan menulis.

Hal lain yang membuat motivasi menulis lebih besar adalah karena banyaknya SMS (dulu belum ada WA) yang masuk ke nomor hp saya mengucapkan terima kasih atas buku yang saya buat. Tentu saja hal tersebut membesarkan hati dan saya merasa hidup saya berguna untuk orang lain. Begitulah pentingnya menulis nomor handphone di setiap buku yang saya tulis.

Ketika tanggal 16 Maret 2020 semua guru dan siswa harus belajar dari rumah, saya memutuskan untuk menjadi youtuber, Setiap hari beliau membuat satu youtube, yang isinya hal-hal berkaitan dengan PJJ (karena sedang menjadi pembicaraan nasional). Beliau Saya membuat youtube dengan judul aneh-aneh, seperti gamification, flipped classroom, collaborative learning, metaverse, IOT, big data, dan lain sebagainya. Hingga suatu waktu Om Jay mengajaknyaa untuk mengajarkan guru-guru menulis, saya tergerak untuk bereksperimen.

Setiap guru diminta oleh beliau untuk membuka youtube saya dengan alamat EKOJI CHANNEL Kemudian setiap guru diminta untuk menuliskan apapun yang beliau omongkan di youtube tersebut. Setelah itu saya memberikan tambahan referensi untuk memperkaya konten. Dan

Alhasil, dari 30 guru yang berniat bergabung, ada 19 buku diterbitkan. Dan dari 19 buku tersebut, satu buku terpilih jadi Buku Terbaik Nasional versi Perpusnas untuk kategori PJJ.

Hingga saat ini sudah lebih dari 60 buku guru-guru hebat yang berhasil diterbitkan oleh Penerbit ANDI. pada kesempatan di pertemuan ke 6 KBMN ini Beliau mengajak guru-guru yang tertarik untuk menjadi penulis buku mayor yang diterbitkan untuk mendaftarkan diri.beliau

Namun kali ini agak berbeda modelnya. Beliau akan kasih SEBUAH TEMA, kemudian dengan bimbingan saya dan bu Aam anda mendalami tema tersebut sehingga menjadi buku. Tema saya yang akan membagikan. Yang penting anda berniat serius untuk menulis. Dengan target saya untuk angkatan ini adalah buku-buku sudah masuk ke penerbit. untuk dikurasi SEBELUM Idul Fitri.

Tidak perlu berfikir panjang-panjang untuk menulis. Mulai dari satu hal yang sederhana. Jangan menuliskan sesuatu yang kita tidak mengerti dan tidak ada sumber referensinya. Makannya dulu kalau bu Aam masih ingat, saya lebih senang mengajak rekan-rekan guru untuk BERJALAN BERSAMA, bukan sekedar BERDISKUSI. Kebanyakan orang senangnya berdiskusi dan TAKUT EKSEKUSI. Kalau saya terbalik, langsung EKSEKUSI di bawah bimbingan saya, baru kita berdiskusi nanti kalau ada hambatan. Tidak ada aturan mengenai hal ini. Referensi adalah bentuk penghormatan kita terhadap karya orang lain yang butir-butir kontennya kita pakai dalam buku kita. Semakin banyak kita pakai pemikiran orang lain, semakin banyak referensi yang kita pergunakan.

Isi atau konten menarik yang disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.Beliau akan ajarkan sambil pak Rahman menulis. Daftar ke bu Aam ya, nanti BAGAIMANA nya akan kita lalui bersama. Sudah banyak teori, konsep, dan pengalaman dari penulis lain yang disampaikan ke anda semua. Sehingga saya tidak ingin membebani dengan teori-teori baru. Jadi saya mengajak teman-teman yang BERMIMPI karyanya terpajang di toko buku untuk BERGABUNG dalam batch JANUARI BERSERI yang nanti akan menjadi workshop mingguan membuat buku mayor.

Prof Eko Indrajit adalah penganup konsep BELAJAR KETIKA BERKARYA, bukan BERLAJAR DULU BARU BERKARYA

"Practice makes perfect". Latihan adalah kuncinya.

karena kita para guru, saya akan konsentrasi pada genre PENDIDIKAN MASA KINI, karena masih banyak yangg membutuhkan pemahaman akan berbagai metoda dan strategi pembelajaran abad ke-21

Demikian resume pertemuan 6.

Salam KBMN

Rabu, 18 Januari 2023

Blog Sebagai Media Belajar

Oleh Noormasri Karyawan, S.Pt.,M.Pd.




Tema : Blog Sebagai Media Pembelajaran

Narasumber :Dail Ma’ruf, M.Pd.

Moderator : Purbaniasita KS., S.Pd.

Hari/Tanggal  : Rabu, 18 Januari 2023

 

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Banyak sekali media pembelajaran yang bisa digunakan oleh guru, salah satunya adalah Blog. Kali ini Bapak Dail Ma’ruf, M.Pd, akan membahasa blog sebagai media pembelajaran. Saya sendiri sejak tahun 2010 sudahmenggunakan beberapa media belajar untuk pembelajaran RIK atau yang saat ini dikenal dengan Informatika. Seperti Facebook, Blog, BBM,dan moodle hingga Ketika pandem corona mewabah, maka Whatapps, google classroom, dan blog pribadi.

Namun ada yang berbeda Ketika pak Dail Ma;ruf memberikan materi membuat Blog Sebagai Media Pembelajaran, karena terus terang saya sendiri belum optimal dalam menggunakan blog pribadi saya sebagai media pembelajaran, baik secara offline yang kita gunakan, sekarang media maupun online.

Perkembangan media sosial saat ini membuat peserta didik terlena dalam ;kesenyapan’ dunia maya dan dengan gadgetnya, dengan media sosial yang banyak memberikan pengaruh negatifnya, sehingga membuat peserta didik menjadi malas untuk membaca, tidak salah jika hasil Anaisis Kompetensi Minimum (AKM) saat ini menunjukkan bahwa kemampua literasi peserta didik sangat rendah, hal ini diakibatkan karena pengarus media sosial yang tak urung mengurung mereka oleh saya media sosial. Separuh nafas meeka berhembus dalam media sosial Tiktok, Instagram, Facebook, dan media sosial lainnya yang justru saya sendiri banyak tidak faham dengan media sosial “rahasia” peserta didik.

Menurut pak Dail Ma’ruf bila dikelola dengan baik, maka blog akan meningkatkan minat siswa dalam mengesplorasi kemampuan literasi dan motivasi belajarnya akan meningkat menjadi lebih baik. Cukup menggenggam Handphone saja  peserta didik bisa mengulang pembelajarannya Kembali kapan saja dan dimana saja,  dengan adanya Blog sebagai media pembelajaran  ini sangat memudahkan peserta didik. Dan gurunyapun. tidak ada lagi alasan buku tinggal atau hilang, karena zaman sekarang siswa lebih perhatian sama Handphone daripada buku pembelajarannya.

Saya sendiri sudah memiliki beberapa e-book, yang dapat didipantau peserta didik mereka, kemudian mempekajari materi pembelajaran disana, dan ada juga juga link blog khusus untuk peserta didik dicampur dengan tutorialnya saya saya save chanel youtube saya untuk menunjang materi pelajaran. Sesekali saya menyampaikan presentasi dalam bentuk video

Contoh aplikasi yang saya berikan kepada siswa saya, dan dengan aplikasi ini sangat memudahkan bagi saya untuk memberikan materi  dan latihan, siswa hanya perlu masuk ke blog saya, lalu buat nama di kolom komentar, boleh dijawab di blog atau lewat buku, yang saya utamakan mereka mengunjungi blog dan menjawab soal, sebagai tanda mereka membaca mereka harus meninggalkan jejak mereka di blog. dan ternyata memang benar siswa jadi gampang dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. 

Ada blog pembelajaran dari pak Dail Ma’ruf yang membuat saya terinspirasi untuk menirunya Blog tersebut digunakan pak Dail Ma’ruf sebagai Media pembelajarannya dan telah terbukti bahwa ada peningkatan yang signifikan dari 55 ke 87. Luar biasa, peserta didik yang semula enggan membaca, termotivasi untuk membaca blognya. Dan imbanya nilai asil belajar mereka   bisa meningkat dan berada di atas KKM. Jika KKM 80. begitu juga saya yang sudah mencobakan menggunakan blog sebagai media pembelajaran merasakan perubahan bagi siswa dalam hasil pembelajaran, meskipun blog saya tidak sebagus bapak Sartono, semoga kita menjadikan ini sebagai motivasi.

Saat ini saya sedang mencoba mengembangkan blog saya untuk dijadikan media pembelajaran. Dan saat ini on progress. Ini adalah tugas saya sebagai giri yang di inspirasi dan blognya pak Dail Ma’ruf. Semoga bisa meningkatkan hasil belajar peserta didik di sekolah saya dan siswa yang saya ajar.

Terima kasih untuk narasumber dan moderator yang telah mengikutkan saya ke dalam grup ini.

 Salam KBMN 28

Senin, 16 Januari 2023

Metamorfosa KTI Menjadi Buku

 Oleh Noormasri Karyawan, S.Pt.,M.Pd.

 


Tema : Menulis Buku dari Karya Ilmiah

Narasumber :Eko Daryono, S.Pd

Moderator : Nur Dwi Yanti, S.Pd.

Hari/Tanggal  : Senin, 16 Januari 2023

 

 

Bismillahirohmanirrohim

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah kita bisa kembali dalam aktivitas pelatihan daring belajar menulis Angkatan 28.

Berikut akan and abaca ringkasan/resume pelatihan Pertemuan ke 4 KBMN 28 dengan Topik : Menulis Buku dari Karya Ilmiah.

Adapun narasumber kita kali ini adalah Bapak Eko Daryono,S.Pd. dan Moderatornya ibu Nur Dwi Yanti, S.Pd. yang juga lulusan Kelas Belajar Menulis Nusantara Angkatan 24.

Percakapan awal dibuka oleh moderator dengan mengutip kalimat tokoh motivasi warga negara Amerika yaitu John Maxwell, yang menjeaskan serta menggambarkan bahwa passion itu adalah bahan bakarnya untuk berkemauan atau sebagai "the fuel for will" . dan ini mengindikasikan bahwa passion menulis akan mengubah "keharusan" menjadi "kemauan.".

Bila ada satu keinginan dari dalam diri kita yang harus dipenuhi, maka kita pasti akan melakukan suatu tindakan untuk memnuhi rasa ingin tahu kita. Jadi ketika kita sangat menginginkan sesuatu, kita akan menemukan tekad untuk melakukannya dan tidak akan berhenti sampai benar-benar mencapainya. Tapi tentu saja dengan perjuangan yang pantang surut. Soalnya kalua ditengah jalan kita berhenti, maka kita akan terjerembab dalam hiruk pikuk kehidupan sosial kita.

 Menulis Buku dari Karya Ilmiah kali ini dimotori oleh bapak Eko Daryono, S.Pd. Beliau biasa dipanggil dengan sapaan “Mr. Yons”, beliau adalah sosok guru yang bersahaja yang tergerak dan menggerakan untuk membawa dampak dampak perubahan baik untuk dirinya sendiri dan juga lingkungan sosialnya. Mr Yons adalah  sebagai penulis yang telah memiliki kompetensi yang mumpuni dalam bidang menulis, menjadi narasumber di berbagai kegiatan juga banyak lagi prestasi yang menjadikannya  sebagai sosok yang sangat berkompeten dibidangnya, sehingga pantas kalua kita acungkan jempol dan kita sambut kehadirannya untuk memberikan kita ilmu..

 

MENULIS BUKU DARI KARYA TULIS ILMIAH.

Karya tulis yang pernah kita buat sebenarnya dapat dijadikan sebuah buku sebagai referensi bagi pembaca. Bisakah Karya Tulis Ilmiah dijadikan buku? Tentu saja jawabnya Bisa.

Ketika kita akan mengkahiri kegiatan kuliah diperguruan tinggi apapun, pasti dituntut untuk membuay skripsi atau Karya ilmiah sebagai syarat menuntaskan kegiatan perkuliahan. Nah  dari pada hasil karya ilmiah itu disimpan dilemari atau diperpustakaan perguruan tinggi mengapa tidak kita ubah saja menjadi buku yang berguna bagi para pembaca. Kita lebih baik menjadikan Karya tulis kita menjadi buku supaya bisa dibaca oleh banyak orang sehingga lebih bermanfaat. Karena bila hanya disimpan tentu saja ilmu yang ada dalam karya ilmiah tersebut akan hanyut dalam gerusan waktu. Percuma kan?

Pertanyaannya. bagaimana caran mengubah karya tulis ilmiah itu menjadi sebuah buku? Mr.Yons yang akan menjelaskannya. 

Karya Tulis Ilmiah (KTI), dalam peraturan kepala LIPI Nomor 2 tahun 2014 adalah  tulisan hasil penelitian dan pengembangan dan/atau tinjauan, ulasan (review), kajian, dan pemikiran sistematis yang dituangkan oleh perseorangan atau kelompok yang memenuhi kaidah ilmiah. 

Ada banyak jenis karya tulis ilmiah, secara umum Karya Tulis Ilmiah dibagi dua yaitu  Karya Tulis Ilmiah berbentuk buku bacaan dan Karya Tulis Ilmiah non buku. Sedangkan Karya Tulis Ilmiah non buku antara lain dalam bidang akademis untuk mendapatkan gelar seperti tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi. Karya Tulis Ilmiah hasil penelitian, seperti Penelitian Tindakan Kelas, Penelitian Tindakan Sekolah, best practice, makalah, artikel dan jurnal. Karya Tulis Ilmiah dapat juga berupa ulasan atau resensi. 

Karya Tulis Ilmiah berupa buku diantaranya Karya tulis ilmiah  Buku bahan ajar seperti diktat, modul, buku ajar dan buku referensi. Modul dan Buku pengayaan seperti monografi, buku teks, buku pegangan, buku panduan. Buku kompilasi seperti bunga rampai, prosiding. Buku siswa dan buku guru.

Dalam mengubah Karya Tulis Ilmiah menjadi buku terdapat Struktur penulisan Karya tulis ilmiah yan secara umum struktur bab sebagai berikut:

 


Inilah standar dalam menyusun bagian buku bab per bab dalam Karya tulis ilmiah meskipun untuk karya tulis ilmiah sejenis skripsi, tesis, desertasi, tugas akhir memiliki gaya yang berbeda di setiap perguruan tinggi di nusantara bahkan di mancanegara sekalipun.

Dimana perbedaannya antara laporan karya tulis ilmiah dan karya tulis ilmiah yang disulap atay di konversi menjadi buku? Mari bacalah tulisan ini hinngga titik kalimat terakhir,:

Berikut perbedaannya.


Secara subtansi isi, tidak ada perbedaan isi laporan karya tulis ilmiah dengan isi buku hasil konversinya. Karena sejatinya isi buku mencerminkan keseluruhan isi laporan karya tulis ilmiah. Secara sistematika, tentunya gaya penulisan karya tulis ilmiah dengan penulisan buku tentu berbeda.

Saya sendiri pernah mencoba mengubah penelitian rindakan kelas saya menjadi sebuah buku seperti ini.


Namun setelah saya mengikuti bincang malam ini, ada banyak kekeliruan yang saya buat terutama bagaimana cara penyesuaianpenyesuaian sistematika karya tulis ilmiah yang dikonversi menjadi buku dengan tujuan agar kesannya tidak kaku.

Setelah mengikuti diklat daring inilah saya akhirnya tahu Bagaimana cara mengkonversi KTI menjadi buku.

1. Memodifikasi judul

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengubah judul karya tulis ilmiah. Saya baru faham bahwa untuk menentukan judul baru bagi karya tulis ilmiah harusnya mengandung unsur : variabel penelitian, objek penelitian, dan seting penelitian (baik tempat maupun waktu). Judul buku hasil konversi seperti judul buku-buku yang punya daya tarik dan daya jual harus menarik, unik, mudah diingat, dan mencerminkan isi buku. Kemenarikan judul buku sifatnya subjektif.

Contoh judul KTI yang diberikan oleh Mr Yons:

 


2. Memodifikasi Sistematika dan Gaya Penulisan

Berikutnya. Karya Tulis Ilmiah Non buku yang berupa laporan hasil penelitian umumnya ditulis dengan sistematika dan penomoran yang baku seperti yang telah saya uraikan di atas. Pada saat laporan tersebut dikonversi menjadi buku, maka harus dimodifikasi gayanya sesuai dengan gaya penulisan buku. Tidak tampak lagi adanya sub bab-sub bab yang membuat isi buku seolah-olah terpisah-pisah

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan saat mengkonversi KTI menjadi buku?

  • Pertama, keaslian laporan hasil penelitian. Tindakan Plagiat tidak dibenarkan terlebih karya seperti PTK kadang tidak dicek keasliannya. Namun saat diterbitkan jadi buku, maka penulis harus yakin betul bahwa karya yang akan diterbitkan memang oroginal punya penulis sendiri
  • Kedua , menghindari kompilasi yang terlalu banyak.
  • Ketiga memilah dan memilih data yang dipublikasikan. Data matang saja yang disajikan agar buku berbobot dan tidak bombastis
  • Keempat, modifikasi bahasa buku
  • Kelima, hindari pengambilan sumber kutipan berantai atau pendapat yang kurang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
  • Keenam, wajib menuliskan semua daftar Pustaka yang dipakai sebagai rujukan dalam buku untuk mendukung keabsahan buku.
  • Ketujuh, memperhatikan kaidah penyusunan buku ber-ISBN khususnya jika akan dinilaikan untuk KP sesuai Buku 4 PKB

Setelah memahami penjelasan dari Mr. Yons, saya akan mencoba Kembali mengubah hasil Penelitian Tindakan Kelas saya yang terbaru menjadi sebuah buku.

Terima kasih pencerahannya Mr. Yons. Semoga ini merupakan Langkah kedua saya untuk dapat berkreasi Kembali dalam menulis buku yang bersumber dari Karya Tulis Ilmiah.


Salam KBMN 28.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jumat, 13 Januari 2023

Gali Potensi. Ukir Potensi

Oleh Noormasri Karyawan, S.Pt.,M.Pd.

 


Tema : Gali Potensi Ukir Prestasi

Nara Sumber : Aam Nurhasanah S.Pd

Moderator : Arofiah Afifi, S.Pd

Hari/Tanggal  : Jumat, 13 Januari 2023

 

 

Bismillahirohmanirrohim.

Assalamualaikum warrahmatullohi wa barrakatuh.

 

Hmmm… Pertemuan ketiga KBMN

 

Pada pertemuan ke tiga,dengan topik Gali Potensi Ukir Prestasi

 

Pada pertemuan Ketiga KBMN kali ini, ada ilmu baru yang saya dapatkan. Ternyata tulisan yang sudah pernah saya buat tidak sehebat tulisan rekan-rekan di grup KBMN 28 ini. Makanya duduknya saya di pertemuan ketiga ini adalah untuk menambah ilmu menulis saya dari narasumber kita ibu Aam Nurhasanah

 

Membaca nama bu Aam Nurhasanah, saya ingat anak tetangga saya yang Bernama Nurhasanah.

 

Kalau ditanya : “Mau kemana Nur?”

Jawabnya : “Mau aam nasi uyu yo…” (Mau makan nasi dulu ya)

Memang cadel anaknya

Sejak saat itu kami sering memanggilnya “Aam Nurhsanah” he he he.

 

Pertemuan ketiga. Ucapan bu Aam Nurhasanah membakar motivasi saya untuk tetap menulis kapan saja. Ini yang makin membuat saya betah ada di grup KBMN 28 ini, Semangat untuk menggali ilmu dari para pakar literasi menulis nusantara.

 

Pelatihan diawali dengan menyimak paparan materi dari narsumber, bu Aam Nurhasanah. dengan moderatornya adalah ibu Arofiah Afifah yang piawai dalam berpantun hingga saya juga tergelitik untuk berpantun.

 

Bukan bedug sembarang bedug

Suara bedug sangat menawan

Bukan duduk sembarang duduk

Saya duduk ikut pelatihan

 

Menjadi seorang penulis tidak ada dalam kamus cita-cita bu Aam Nurhsanah. Beliau memaparkan bahwa awal mula menulis hanya mencoba mengungkapkan apa yang ada di benaknya namun ternyata gairah menulis terus menggelora hingga tidak terasa sudah banyak tulisannya. Bu Aam Nurhasanah memulai karir menulis tentang apa yang ada dalam benaknya dan menulis apa saja yang disukainy, kebiasaan it uterus berlanjut dan akhirnya bu Aam Malah semakin lihai dan semakin menguasai aktivitas tulis-menulis. 

 

Bu Aam Nurhasanah juga menjelaskan bahwa pada awal mulanya, beliaupun sama saja seperti penulis lainnya, yang kadang merasa kurang percaya diri, dan merasa hasil tulisannya kurang bagus, malah takut mempublikasikan tulisannya karena takut di cemooh pembaca atau malah takut dijadikan bulan-bulanan pembaca yang akan mengatakan tulisannya jelek tidak bermanfaat. Malah terkadang bu Aam Nurhasanah takut kena bully. Dan untuk itulah beliau hanya menyimpan naskah tulisannya, serta membiarkan tulisannya tersimpan saja di laptop atau malah ada tulisannya masih di dalam benaknya saja dan tidak terasa ingatannya tentang naskah tulisannya menguap begitu saja. Hal yang paling membuatnya takut menulis karena bu Aam Nurhasanah opernah ikut pelatihan menulis dan tidak lulus dalam pelatihan menulis Gelombang ke 8. Namun bu Aam Nurhasanah berhasil memacu semangatnya dan pantang menyerah sehingga dapat lulus pada gelombang ke 12.

 

Senada dengan saya ya… he he he…(memuji my self). Ikut pelatihan menulis gelombang ke 2, tapi karena tidak focus akibat melubernya kegiatan dan tugas di sekolah, hingga kegiatan pelatihan menulispun jarang diikutkan. Malah untuk memabaca WAG Belajar menulis pun sangat jarang. Hingga akhirnya saya keluar dari grup itu.

Ketika niat untuk menulis dating, maka saya menghubungi Om Jay, untuk diikutkan dalam kegiatan pelatihan menulis di WAG. Om Jay me-add saya ke grup WAG Pelatihan Menulis Gelombang ke 20. Dan akhirnya saya bisa menerbitkan buku solo saya yang pertama dengan kuratrornya pak Bryan Prasetyawan dan ibu Kanjeng.

 

Bu Aam Nurhsanah mulai menerbitkan buku antologi yang pertamanya dan dirilis, tidak disangka bu Aam menjadi penulis urutan ke 48 se-Indonesia. Hal ini menjadikan Semangat bu Aam Nurhasanah menggelora dan makin besarnya ide menulisnya dan motivasinya. Tulisannya itu mengantarkan beliau untuk terus berbagi pengalaman menulis untuk sesame penulis lainnya. Hingga akhirnya bu Aam menjadi moderator pada Tim Penulis Solid Om Jay.

 

Sebagai upaya meningkatkan keterampilan menulis dan mengasah mengasah keterampilan menulis, bu Aam Nurhasanah mengikuti kegiatan Tantangan Menulis Satu Minggu bersama Prof. Eko  Indrajit, dan naskah beliau lolos dalam seleksi penerbit mayor dan bukunya masuk dalam toko buku Gramedia. Dalam kegiatan menulis di e-book, beliau juga mengikuti berbagai lomba menulis seperti Lomba Menulis dalam Blog, atau lomba-lomba menulis lainnya yang awalnya masuk dalam 10 besar, hingga beliau dapat meraih juara pertama sungguh prestasi yang luar biasa. Bahkan bu Aam Nurhasanah dipercaya sebagai kurator yang menerbitkan novel dan editor oleh Bu Kanjeng, serta aktif membantu para alumni KBMN dalam membuat dan merilis buku.

 

Semoga apa yang diberikan oleh bu Aam Nurhasanah dapat membuat saya lebih termotivasi untuk terus menulis.

 

Wassalamumualaikum, Warahmatullahi.Wabarakatuh

Jambi, 13 Januari 2023

 


Rabu, 11 Januari 2023

Menjadikan Menulis Sebagai Passion

Oleh Noormasri Karyawan, S.Pt.,M.Pd.



Tema : Menjadikan Menulis Sebagai Passion

Narasumber : Dra. Sri Sugastuti, M.Pd.

Moderator :  Widya Setianingsih, S.Ag.

Hari/Tanggal  : Rabu, 11 Januari 2023


Grup KBMN PGRI 28 memang sangat luar biasa. Banyak sekali ilmu dan pengetahuan baru yang saya dapatkan di grup ini. Materi-materi yang renyah mudah di cerna fikiran dari para narasumber membuat saya jadi menikmati olah fikir saya dan membentuknya jadi tulisan di blog saya.

Oh iya, apa sih Maksud Ilmu Pengetahuan itu?

Saya ulas sedikit ya…

Kalimat itu terdiri atas 2 kata yaitu Ilmu dan Pengetahuan. Apa bedanya?

 

Bayangkan. Jika ada secangkir air di atas meja dan cangkir itu beri kopi panas.

 

Kita tahu ada secangkir kopi panas di atas meja… itulah PENGETAHUAN

Artinya Pengetahuan itu adalah segala sesuatu yang bisa dirasakan, dilihat, didengar oleh panca idera kita.

 

Bagaimana membuat kopi panas dalam cangkir?

Pertama, kita sediakan cangkir, masukkan kopi kedalamnya, lalu tambahkan gula. Selanjutnya tambahkan air panas ke dalamnya. Aduklah… maka terciptalah Kopi Panas.

Itulah ILMU.

Artinya Ilmu adalah segala upaya yang dilakukan untuk mewujudkan pengetahuan dalam bentuk kongkrit atau abstrak.

 

Demikian sekilas info.

 

Lanjut ya ke resume saya

 

Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. biasa di panggil Ibu Kanjeng. Saya mengenal beliau Ketika ikut Grup Belajar Menulis gelombang 2 bersama bapak Brian Prasetyawan. Tapi sekilas saja waktu itu, karena di gelombang ke dua saya tidak teralu fokus dengan kegiatan itu.
Beberapa bulan kemudian saya ikut lagi di gelombang ke 20, masih Bersama bu Kanjeng. Pak Brian dan tentu saja ada Om Jay di dalamnya.

 

Topik yang dibawakan oleh bu Kanjeng adalah "Writing is My Passion". Saya lebih menterjemahkannya sebagai : Menjadikan kebiasaan menulis sebagai hobi yang memberikan manfaa dan bisa mendatangkan Cuan.

Karena Cuan, maka saya termotivasi untuk terus menulis. Terkadang sering mandeg menulis karena kesibukan di sekolah atau di keluarga. Tapi begitu ada kesempatan menulis, maka saya menulis dengan SKS (Sistem Ketik Semalaman) he he he he.

 

Ucapan bu kanjeng dalam menjelaskan tentang passion menulis dapat dilakukan dengan cara menjaga kesinambungan antara apa yang difikirkan denga napa yang akan ditulis merupakan satu motivator yang dimiliki semua orang, Bagaimana cara menjaga passion dan menyalurkannya menjadi tulisan berkelanjutan dan menjaganya sehingga tidak pernah padam, itulah ILMU yang akan diterangkan bu Kanjeng.

 

Ketika kita sudah mulai berproses dengan menulis satu paragraph kalimat dan tetap fokus dengan proses menulis itu, maka itulah saatnya sebuah passion akan dimulai. Pada waktu itulah semangat untuk  menulis tidak menyala, dan akan berhenti Ketika ada hal kecil saja yang membuatnya padam. Contoh… Ketika sedang mengetik, tiba-tiba pintu rumah diketuk tamu maka konsentrasi akan hilang. Tapi bila kita masih dalam suasana menulis dan karena sudah terbiasa dan itu adalah kebutuhan bukan beban, maka setelah tamu pulang semangat untuk melanjutkan tulisan pasti akan kembali menyala. Sehingga ketika kita menghentikan menulis karena adanya gangguan, maka kita akan tetap tertanam apa yang akan ditulis tadi..

 

Bu Kanjeng juga mengeksplorasi tentang,  kemampuan menulis yang bisa dijadikan sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berpikir seseorang, pasti akan terus terjaga bila dibarengi dengan kebiasaan literasi atau sering membaca. Saat ini profesi penulis merupakan salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara sosial, dan dapat menghasilkan cuan. Ternyata proses menulis juga memiliki beberapa kendala seperti yang saya contohkan di paragraph atas. Faktor tersebut meliputi perasaan tidak memiliki bakat menulis, tidak memiliki waktu,  tidak memiliki ide, bahkan ada gangguan tidak terduga, serta tidak mau menerima kritik, maupun alasan tidak suka menulis.

 

Kendala ittu dapat disingkirkan apabila kita dapat menemukan strong why. Mengapa harus menulis?

Dan jawabannya ada dalam motivasi internal diri sehingga kita memiliki alasan tepat untuk tetap memaksa diri menulis setiap hari. Ungkapkan dalam benak mengapa mengapa harus menulis, bagaimana cara menulis, apa yang harus ditulis, kapan harus menulis, dan topik apa yang akan ditulis. Tulisan tidak harus bersifat ilmiah. Saya sendiri mulai menulis sejak tahun 1994 dan menulis artikel di koran lokal di daerah saya, dan alhamdulillah sering dimuat.

 

Tulisan yang ringan saja. Contoh… cobalah tulisakan apa saja aktivitas anda Ketika bangun tidur subuh tadi hingga saat ini. Awalnya sulit, tapi kalua dibiasakan maka akan menjadi kebiasaan. Untuk menjadi penulis yang baik kita harus mengetahui langkah-langkah dalam membuat tulisan. Seperti Gemar membaca buku (literat) karena hal ini penting untuk memunculkan ide. Sebaiknya kita memiliki mentor menulis yang tepat sehingga bisa membimbing dalam menghasilkan karya tulis. Selanjutnya jangan “Pelit” untuk share tulisan ke teman-teman, karena dari merekalan kitab isa menyempurnakan tulisan kita.

 

Apa yang harus kita ketahui dan kita persiapan untuk menulis? Satu diantaranya adalah menggali dan menemukan ide, dan menetukan topik yang ingin diterjemahkan dalam bentuk tulisan atau outline..

 

Menulis memerlukan kesabaran dan ketelatenan. Bagi penulis pemula, fokuslah pada ketekunan. menulis tentang aktivitas diri sendiri semampunya, jangan mengharapkan tulisan awal yang sempurna… karena :

 

TIDAK ADA YANG SEMPURNA DI DUNIA INI.

SEMPURNA ITU HANYA MILIK GITA GUTAWA

He he he….

 

https://www.youtube.com/watch?v=EV19hpZcD5g&ab_channel=sonymusicIDVEVO

 

Langkah berikutnya dalam aktivitas menulis adalah mengedit tulisan kiya. Baca Kembali tulisan jika ada yang harus diperbaiki maka perbaiki jika ada yang harus ditambah, tambahkan (revisi).

 

Tahap akhir adalah mengirimkan naskah yang sudah diedit kepada penerbit. Setelah melewati proses pracetak (perwajahan buku, tata letak, ISBN, proof reading), kemudian proses cetak, maka tulisan kita siap untuk didistribusikan

 

Ada kegembiraan dan kebanggaan tersndiri Ketika tulisan kita terwujud dalam bentuk buku dan disukai oleh pembaca, dan akhirnya fee akan menemui kita. Tetaplah menulis.

 

Salam KBMN 28.

Senin, 09 Januari 2023

Writing Everyday... Came'on

Oleh Noormasri Karyawan, S.Pt.,M.Pd.



Tema : Menulis Setiap Hari

Narasumber : Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd.

Moderator : Dail Ma'ruf, M.Pd.

Hari/Tanggal  : Senin, 9 Januari 2023

Assalamualaikum Wr. Wb

Ah... Kalau membaca atau mendengar nama Wijaya Kusumah, terbayang wajah sahabat lama sejak tahun 2013. Tahun itu saya hanya bisa bertemu melalui dunia maya dan mendengar suaranya melalui Handphone dan Whatapps. Suaranya khas membuat saya rindu ingin bertemu.

Dan.... yes. tahun 2014 harapan saya terpenuhi. Bisa bertemu langsung dengan Om Jay di Wisma UNJ dalam rangka mengikuti Seminar Nasional dengan tema : Urgensi Mapel TIK dalam Kurikulum 2013 di Kementerian Pendidikan Nasional Jakarta.

Tidak sangka ternyata Om Jay memiliki tubuh tambun, tapi tingginya sama dengan saya, malah lebih tinggi saya... he he he.

Selanjutnya pertemuan kedua berlangsung di Gedung PGRI... Om Jay bisa tebak kan, acara apa. Ada Teh Wiwin Sabayanti, Mas Bambang S., Aki Tri Budiharjo dan Mas Yourie Lily.

Pada tahun 2014 itulah Om Jay menghadiahkan saya buku yang menjadi fondasi dan motivasi saya untuk menulis. :

Om Jay Berkata : Mebiasakan menulis setiap hari, memaksa dan mebiasakan tangan dan otak kita bekerja bersama melawan rasa malas ditemani dengan semangat rajin membaca tulisan orang lain ataupun mendengar berita terkini dapay membuat kita terbiasa untuk menulis sehingga akan membuahkan prestasi.

Namun saya punya opini, bahwa dengan menulis maka sinergi antara otak dan tangan akan menimbulkan gairah fikiran untuk mengeuarkan imajinasi dan "Memaksa: tangan menari untuk menuliskannya.

Om Jay juga mengatakan :

Menulis Dengan Hati, maka akan bertemu dengan hati

Saya juga punya pendapat bahwa : "Bila Ingin Panjang Umur : MENULISLAH. Karena nama kita akan dikenang orang dari karya rulisan kita. Apapun bentuk tulisan kita.

KBMN akan 'memaka otak, tangan dan hati untuk meempraktikkan isi tulisa yang setiap hari kita tulis dan dengan dibarengi membaca kita akan menemukan hal-hal yang baru yang tersirat dalam setiap bacaan. Bahkan, dalam tulisan kita sendiri. YAKINLAH! ada hal yang tersirat yang tidak kita sadaru kitalah yang menemukannya. Banyak membaca dan banyak berfikir kemudian tulislah.

Jumat, 08 Juli 2022

Bincang Malam Informatika

Oleh Noormasri Karyawan, S.Pt.,M.Pd.


  

MEREKA REKA INFORMATIKA MERDEKA

 

Assalamualaikum Wr. Wb

 

Informatika dalam Kurikulum Merdeka menjadi mata Pelajaran Wajib bagi siswa SMA/SMK sederajat. Apa dan bagaimana bentuk pembelajarannya. Dalam bincang malam ini saya akan memgutarakannya tentu saja disatukan dan ramu dengan pendapat para peserta malam ini

 

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada selruh peserta mala mini. Saya sangat terharu sekali karena malam ini tercatat dilayar monitor zoom meeting ada lebih dari 70 peserta dari berbagai satuan pendidikan dan terus bertambah. Luar basa sekali antusias para milenial. Saya yakin seluruh peserta malam ini adalah para pakar dan pemerhati Informatika yang selalu haus akan ilmu tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi atau yang lebih kita kenal dengan nama barunya yaitu Informatika.

 

Jangan lupa untuk mengisi daftar hadir yang akan dishare oleh host kita, ibu Sri Winingsih, S.Kom di kolom chat zoom meeting atau di WAG Bincang Malam.

 

Ketika Kurikulum 2013 resmi diluncurkan, hampir semua guru TIK resah dan mulai gelisah, karena dihilangkannya mata pelajaran TIK dan diganti dengan Prakarya dan Kewirausahaan. Pada awalnya seluruh guru TIK memaklumi dan bersedia menjadi guru PKWU. Namun yang terjadi selanjutnya justru maple TIK atau guru yang bersetifikasi TIK/TKJ ternyata tidak linear dengan mata pelajaran TIK. Berangkat dari itulah ada komunita guru TIK yang mulai berjuang untuk mencoba mengembalikan mata pelajaran TIK sebagai mata pelajaran Wajib di Kurikulum 2013. Bahkan saya sendiri pernah ikut dalam kegatan itu, namun tidak sampai ke ujung perjuangan. Namun bukan berarti surrut Langkah.

 

Sebagai bentuk perjuangan, saya  Bersama-sama teman guru TIK di Jambi mengadakan workshop dan musyawarah untuk menghidupkan Kembali mata pelajaran TIK ke dalam Kurikulum 2013. Dan juga sebagai apresiasi program dari Kementerian Pendidikan Nasional dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, serta dalam upaya memberikan langkah-langkah alternatif bagi pendidik (guru) dalam menngkatkan semangat dalam memberikan ilmu kepada peserta didik di seluruh Indonesia, umumnya, khususnya di Provinsi Jambi.

Selain itu saya ingin mendapatkan sertifikat guru penggerak yang berfungsi sebagaisalah satu syarat untuk diangkat menjadi Kepala Sekolah selain itu juga meningkatkan skill atau keterampilan saya dalam upaya mengembangkan potensi mendidik

Saya Aktif dalam organisasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)  dan Persatuan Guru Republik Indonesia yang bergerak dalam meningkatkan keterampilan dan ilmu rekan sejawat dalam bidang Teknologi Iinfomasi dan Komunikasi. Saya menguasai Teknologi Iinfomasi dan Komunikasi secara otodidak dan juga dari pendidikan formal, seperti kursus, diklat Teknologi Iinfomasi dan Komunikasi yang diselenggarakan pemerintah baik pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat sehingga saya memiliki kemampuan dalam bidang TIK yang baik untuk menunjang peran saya sebagai Guru Informatika

Selain itu, saya juga sudah sering mengikuti berbagai pendidikan dan latihan tentang metode pendidikan dan lattihan tentang teknik mengajar dan kewirausahaan yang menunjang peran saya sebagai guru informatika

Saya yakin untuk menjadi guru penggerak adalah karena saya mampu untuk menerapkan metode pembelajaran yang menyenangkan serta mampu untuk mempelajarinya sebelum menerapkannya, selain itu alasan saya yang lain adalah dengan menjadi guru penggerak saya akan mencoba menelusuri lebih lanjut tentang filosofi pendidikan oleh Ki Hajar Dewantara selaku bapak pendidikan di Indonesia kaitannya tentang teori belajarnya yang notabene dijadikan acuan dalam merubah paradigma kehidupan belajar di era sekarang ini yang berlandaskan TIK.

 

Sampai disini saya rasa, kita akan berdiskusi. Silahkan bapak/ibu untuk mengjaukan pertanyaan di WAG kita melalui Host kita malam ini

Karena waktu kita sangat terbatas maka pertanyaan dibatasi untuk 3 penanya saja :

 

Pertanyaan dari ibu Chadrawati Putri, S.Kom (Yogyakarta)

Apa saja contoh perubahan, inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau lainnya yang bapak lakukan sehingga memberikan dampak nyata untuk mapel TIK

 

Jawab :

Pelaksanaan pembelajaran sehari-hari, sebagai seorang guru TIK kita tetap harus berpedoman kepada 3 semboyan dari Ki Hajar Dewantara. Apabila kita menerapkan contoh semboyan yang pertama, kita harus memberikan contoh yang baik kepada siswa dimulai dari cara kita berbusana, cara kita bertutur kata dan cara kita bersosialisasi kepada anak. Kenapa harus seperti itu? Karena memang figur guru di depan merupakan sosok yang selalu dilihat siswa, dengan kita memberikan contoh yang baik kepada mereka kita berharap mereka akan meniru segala kebaikan yang kita contohkan tadi. Berikutnya apabila dalam proses pembelajaran, guru merupakan transfer knowledge kepada siswa jadi sebisa mungkin apabila kita berada di tengah dengan sasaran ilmu kepada siswa maka kita harus membangun suatu kekuatan agar siswa bisa maksimal mendapatkan ilmu yang ditransferkan kepada kita.

Menjadi narasumber dalam berbagai diklat Teknologi Iinfomasi dan Komunikasi yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga pemerintah maupun lembaga non formal lainnya.

Menjadi instruktur dalam bidang Teknologi Iinfomasi dan Komunikasi untuk meningkatkan kompetensi guru dan masyarakat umum lainnya.

Kemudian saya juga menjadi pembicara dalam berbagai forum ilmiah, seperti motivator wirausaha untuk guru guru dan peserta didik, menjadi instruktur dalam upaya menambah skill guru dan teman sejawat serta siswa atau peserta didik dalam upaya menambah pengetahuan dan skill peserta didik dalam kewirausahaan.

 

Pertanyaan dari bapak Leonardo Rahdinu, MM. (Prabumulih)

Bapak pernahkan mengalami kerjadian luar biasa yang ada hubungannya dengan maple TIK. Kapan waktu kejadiannya? Situasi apa yang Anda hadapi saat itu?

 

Jawab :

Tahun 2017, pada waktu itu MGMP TIK SMA Kota Jambi diberi kepercayaan untuk menyelenggarakan workshop. Waktu itu pengurus Inti MGMP sangat pesimis kalau kegiatan itu akan terselenggara sehingga beberapa teman enggan melanjutkan usaha untuk menyeeggarakan kegiatan tersebut. Sebagai ketua, saya tetap mempertahankan agar kegiatan itu terselenggarakan. LPMP sebagai tempat penyelenggaraaan kegiatan tiba-tiba membatalkan kerjasamanya karena pada saat tersebut gedung akan direnovasi. Sebagai langkah akhir, saya memohon peminjaman gedung Sekolah saya (SMA Negeri 1 Kota Jambi) dan berhasil.

Setelah itu teman yang tadianya pesimis, mulai memberikan partisipasinya sehingga akhirnya workshop itupun terlaksana dengan lancar.

 

Pertanyaan ibu Dwi Miranda Saptiani, S.Pd.(Yogyakarta)

Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mendapatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bekerja sama?

 

Jawab :

Pertama saya menghubungi pejabat di dinas pendidikan provinsi Jambi untuk meminta dukungan dan memberikan kerjasamanya untuk menyelenggarakan workshop yang akan kami laksanakan. dan Pihak Dinas pun memberikan respon dengan menyetujui dan akan memberikan dukungan pelaksanaan kegiatan yang kami maksud. Disini saya ditemani dua teman dari komunitas untuk bertemu dengan Kepala Dinas. Dan waktu itu kami disambut langsung oleeh Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Lalu kamipun membahas rencana MGMP TIK SMA Kota Jambi untuk melaksanakan atau menyelenggarakan workshop.

Kedua saya mengubungi Pengawas Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk meminta pencerahan tentang apa yang akan kami lakukan dalam upaya mewujudkan workshop terseebut. Untuk ini saya melakukannya melalui telepon via Whatapps dan Zoom untuk berkomunikasi. Salah satu anggota MGMP TIK SMA yang paling handal dalam urusan ini sangat berperan dalam upaya rapat dengan pengawas ini.

Ketiga saya meminta kerjasama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jambi untuk meminta bantuan dan dukungan infrastruktur seperti hotpsot (wifi) dan ruangan untuk menyelenggarakan workshop. Bersama sekretaris MGMP TIK kami berembug tentang workshop kami yang membutuhkan ruangan luas dan koneksi internet yang stabil yang dimiliki oleh LPMP. Pihak LPMP memberikan apresiasi yang besar untuk terlaksananya kegiatan workshop tersebut dan kamipun meninjau infrastruktur di LPMP dan ruangan kelas yang mampu menampung 100-150 orang sebagai tempat pelaksanaan workshop kami.

Keempat saya menghubungi Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kota Jambi untuk memberikan bantuan dan izin kepada beberapa guru di SMAN 1 Kota Jambi untuk terlibat sebagai panitia dalam kegiatan Workshop. Kemudian saya juga menghubingi beberapa guru SMA Negerri 1 Kota Jambi yang akan saya libatkan dalam kegiatan workshop. Selanjutnya saya juga menghubungi Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana Prasarana untuk memberikan bantuan pinjaman ruang Auditorium, hal ini saya maksudkan sebagai ruang alternatif, apabila di LPMP ada kendala (kami tidak berharap ada kendala di LPMP) kemudian saya juga menghubungi Kepala Laboratorium TIK dan Kepala Laboratorium Multimedia untuk memberikan dukungan dan bantuan koneksi internet dan bantuan pinjaman laptop dan pemakaian komputer di Laboratorium TIK dan Laboratorium Multimedia.

 

Sudah pertanyaan dijawab, kegiatan bincang malam kita akhiri. Terima kasih atas bergabungnya bapak/ibu sekalian. Terutama kepada Host kita yang sangat lihay sampai jumpa lagi di kesempatan yang akan datang.