Selasa, 28 Desember 2021

Enterprenuership di Era Digital

Oleh Noormasri Karyawan, S.Pt.,M.Pd.

 


 

ENTERPRENUERSHIP DI ERA DIGITAL

 

Assalamualaikum Wr. Wb

 

“Tidak Ada cara yang :instan: untuk menjadi seorang entrepreneur yang sukses. Kita harus melewati berbagai tantangan, bahkan hambatan yang akan selalu menjatuhkan kita”

 

Selamat pagi para calon enterprenuer sukses. Sebelum kita memulai webinar ini marilah kita sama-sama berdoa menurut agama dan kepercayaan kita masing-masing.

Berdoa mulai…

Berdoa selesai…

 

Bapak, ibu, saudara, saudari rekan-rekan semua, perkenalkan saya sebagai Host pagi ini akan memandu webinar ini. Sebelumnya saya perkenalkan nama saya terlebih dahulu.

Saya Lisa Puspita, S.Pd.I.,MM. lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’Arif Jambi, dan Magisterr di Universitas Negeri Padang. Sebelumnya saya adalah alumni SMA Titian Teras Jambi tamatan tahun 2004. Saat ini saya adalah seorang enterprenuer yang bergerak dibidang jasa travel. Makanya saya jarang sekali berada dirumah, selalu jalan-jalan. Cukup ya.

 

Saya kan perkenalkan dua narsumber kita malam ini.

 

Pertama seorang narasumber yang sudah tidak asing lagi, beliau adalah guru Informatika di SMA Negeri 1 Kota Jambi dan beliau juga adalah guru TIK SMA saya. Beliau tamatan pascasarjana Univesitas Jambi Jurusan Teknologi Pendidikan dan saat ini masih betah menjadi Guru Informatika di SMA Negeri 1 Kota Jambi.

 

Kedua… adalah Lajang yang saat ini memiliki usaha jasa transportasi di kota Surabaya. Beliau adalah tamatan magister teknologi Pendidikan Universitas Jambi tahun 2009. Dan beliau adalah tamatan Magister di Universitas Saitama Jepang. Dia adalah Anniradi Saputra yang dpat dipanggil Abang Ani.

 

Bagi bapakibu, kakak/adik. Saudara sekalian yang ingin mengajukan pertanyaan dapat menuliskan pertanyaan di kolom chat zoom meeting atau melalui WA ke saya di nomor 0895413185009 (Lisa). Nah unttuk memangkas waktu yang semakin berjalan, marilah kita mulai pemaparan dari kedua pemateri kita. Masing-masing pemateri saya beri waktu 10 menit untuk memaparkan materinya.

 

Untuk pemateri pertama saya mempersilahkan kepada pemateri kedua, Abang Anniradi Saputra. Kepada abang Ani saya perslahkan.Waktunya sepuluh menit.

 

Pemaparan dari Anniradi Saputra.

Selamat Pagi menjelang siang. Para pemirsa sekalian. Sperti yang dikaakan oleh Moderator tadi, saya akan membicarakan tentang ap aitu enterprenuership di Era Digital. Saya akan membahas terlebih dahulu tentang konsep permintaan dan penawaran.

 

Permintaan dan penawaran dalam ilmu ekoonomi merupakan suatu penggambaran atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembelidan penjual terhadap suatu batang. Permintaan (sipply) adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan penawaran (demand), dalah sejumlah barang yang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu. Hubungan antara ketersediaan barang di pasar (supply) dan permintaan pembeli (demand) dapat dijelaskan sebagai berikut. Apabila ketersediaan barang di pasar.

 

Apabila banyak produsen memprodukasi barang ang sama dan ketersediaan barang menjadi terlalu tinggi dibandingkan dengan permintaan pasar maka harga akan menjadi sangat murah atau barang tidak laku. Pada kondisi inilah diperlukan inovasi untuk pengebanga. Pengembangan barang dapat dipercepat jumlahnya dengan bantuan teknologi. Teknologi saat ini sangat pesat sekali. Di Jepang, Ini menrurt pengalaman saya Ketika kulaih di sana. Barang yang diprosukdi masal sangat cepat seekali diperbanyak dengan bantuan mesin. Justru dengan mesin ini sangat mengurangi manusia yang ikut berkontribusi dalam suatu peruhaan. Setiap barang atau bagian barang diawalai olrh satu atau dua orang saja. Namun diperlukan beerapa orangyang ahli untuk mengawasi seluruh pekerja dan mesin yang digunakan untuk meproduksi barang. Pasti anda memiliki mobil bukan?

 

Di Jepang, mobil dapat diproduksi dalam sehari mampu membuat puluhan mobil. Sangat fantastis sekali.eterlibatan manusia sangat minim sekali. Namun ada bagian bagian tertentu mbil tersebut yang tidak dapat dilakukan oleh mesin. Nah dibagian ini peran perasaan manusia sangat diperlukan. Contoh untuk mengukur keempukan jok mobil. Tidak dapat dilakukan oleeh mesin. Disinilah peran manusia.Selain itu untuk mengadakan peralatan mesin sendiri membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

 

Nah inilah yang sering dipermasalahkan oleh seluruh para pemilik teknologi. Dengan kata kata MUSUH TERSEBESAR DARI TEKOLOGI ADALAH UANG.

Memasuki era digital yang telah ditandai dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, disrupsi digital saat ini telah berubah menjadi budaya baru yaitu transformasi digital di semua sektor termasuk dalam sektor ekonomi.

 

Istilah ekonomi digital memang sudah beberapa kali dikenalkan, namun yang dapat menggerakkan sektor ini adalah nilai kewirausahaan yang juga turut bergerak menuju digitalisasi. Transformasi digital di sektor ekonomi telah menggeser beberapa fungsi yang dulu dikerjakan oleh manusia. Maka tidak bisa dihindari adanya pekerjaan lama yang akan digantikan oleh mesin, di sisi lain akan muncul banyak jenis pekerjaan baru yang akan tercipta dengan kompetensi baru yang mumpuni di bidang teknologi khususnya sistem komputer dan informatika.

 

Kewirausahaan akan tetap mempunyai peran penting dengan ditunjang oleh kompetensi baru yang cakap digital. Jumlah ketersediaan lapangan pekerjaan di Indonesia yang tidak sebanding dengan banyaknya jumlah tenaga kerja menuntut sebagian besar lulusan perguruan tinggi untuk mulai berwirausaha. Tidak hanya lulusan yang akan memasuki dunia wirausaha, semua orang yang ingin keluar dari zona nyaman dan ingin mengembangan sumber daya yang ada akhirnya juga memilih bisnis sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan hidup.

 

Memasuki era digital yang telah ditandai dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, disrupsi digital saat ini telah berubah menjadi budaya baru yaitu transformasi digital di semua sektor termasuk dalam sektor ekonomi.

 

Istilah ekonomi digital memang sudah beberapa kali dikenalkan, namun yang dapat menggerakkan sektor ini adalah nilai kewirausahaan yang juga turut bergerak menuju digitalisasi. Transformasi digital di sektor ekonomi telah menggeser beberapa fungsi yang dulu dikerjakan oleh manusia. Maka tidak bisa dihindari adanya pekerjaan lama yang akan digantikan oleh mesin, di sisi lain akan muncul banyak jenis pekerjaan baru yang akan tercipta dengan kompetensi baru yang mumpuni di bidang teknologi khususnya sistem komputer dan informatika.

 

Kewirausahaan akan tetap mempunyai peran penting dengan ditunjang oleh kompetensi baru yang cakap digital. Jumlah ketersediaan lapangan pekerjaan di Indonesia yang tidak sebanding dengan banyaknya jumlah tenaga kerja menuntut sebagian besar lulusan perguruan tinggi untuk mulai berwirausaha. Tidak hanya lulusan yang akan memasuki dunia wirausaha, semua orang yang ingin keluar dari zona nyaman dan ingin mengembangan sumber daya yang ada akhirnya juga memilih bisnis sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan hidup.

Dengan adanya kesadaran untuk berwirausaha, secara tidak langsung lapangan pekerjaan akan terus bertumbuh seiring dengan berkembangnya inovasi di berbagai sektor kehidupan. Namun, terbatasnya pengetahuan, pengalaman, keterampilan, serta motivasi menjadi suatu tantangan tersendiri ketika memulai berwirausaha di dalam persaingan era digital.

 

Mengingat waktu yang sangat terbatas, makan akan saya akhiri pembicaraan saya malam ini. Selanjutnya saya kembalikan ke moderator.

 

Selanjutnya moderator mengambil alih.

 

Baik bapak-ibu, dan saudara sekalian. Bila ada pertanyaan silahkan disimpan saja dulu atau di ketik di kolom chat dan di Whatapps.

Kita lanjutkan ke pemateri berikutnya bapak Noormasri Karyawan bisa dipanggil [ak Iwan. Kepada pak Iwan saya ersilahkan.

 

Pemaparan dari Noormasri Karyawan.

Era digital telah dimulai, yang berarti era perdagangan bebas pun juga telah dimulai. Pastinya akan banyak peluang dan tentu saja banyak juga tantangan bisnis yang akan dihadapi di era ini. Kebebasan dan kecepatan informasi merupakan salah satu faktor penyebabnya. Peluang merupakan sebuah berita baik bagi pemilik bisnis. Namun, lain halnya jika yang datang merupakan tantangan bisnis. Apabila ini yang terjadi maka seorang pemilik bisnis harus mempunyai strategi dalam menghadapinya. Akan tetapi, sebelum mencari strategi, Anda terlebih dahulu harus mengetahui apa saja jenis tantangan bisnis yang akan dihadapi pada era digital ini. Berikut penjelasannya

 

Transformasi digital yang setiap hari makin maju dan canggih memang memiliki banyak sekali manfaat untuk perkembangan dunia bisnis saat ini. Teknologi dapat menghemat waktu, tenaga, serta biaya dengan hasil yang cukup maksimal. Namun, transformasi ini bisa menjadi sebuah tantangan yang cukup berarti apabila bisnis yang dijalankan tidak dapat mengikutinya. Apalagi, adanya ketakutan untuk mengubah cara-cara lama akan menimbulkan kekhawatiran apabila transformasi yang dilakukan tidak sesuai dengan yang diharapkan atau justru gagal. Hal ini perlu disikapi dengan rasa optimis yang tinggi dan pantang menyerah. Sebuah bisnis harus bisa menyesuaikan diri dengan teknologi yang terus berkembang. Pemilik bisnis akan dituntut untuk terus belajar dan belajar. Memang terdengarnya akan menguras waktu dan tenaga, namun apabila berhasil nantinya akan sangat mempermudah jalannya bisnis

 

Layaknya teknologi yang menuntut pemilik bisnis untuk adaptif, masyarakat saat ini pun menuntut produk dan layanan yang serba cepat serta praktis. Dan jika pemilik bisnis tidak dapat memenuhi keinginan ini, konsekuensinya bisnis akan ditinggalkan oleh konsumen secara perlahan. Pemilik bisnis dapat mengatasinya dengan berkolaborasi dengan teknologi yang ada saat ini.  Bisnis yang dipadukan dengan teknologi dapat melaju lebih pesat karena mengikuti perkembangan pasar.

 

Salah satu pemanfaatan teknologi adalah otomatisasi dalam mengelola sumber daya perusahaan. seperti penggunaan aplikasi berbasis cloud dalam mengelola karyawan, aplikasi keuangan, dan juga aplikasi pengarsipan.

Teknologi sudah diadopsi dalam bisnis, namun masih ada beberapa pekerjaan rumah lagi yang harus diselesaikan, yakni membuat sumber daya manusia yang dipekerjakan juga adaptif terhadap teknologi tersebut. Jangan sampai biaya besar yang dikeluarkan untuk pembaharuan teknologi malah tidak dapat dioptimalkan karena orang-orang yang terlibat tidak mampu untuk menggunakannya.

 

Sebuah bisnis yang ingin berjalan secara profesional dan berkembang butuh untuk merekrut sumber daya manusia yang memiliki kemampuan yang mencukupi. Selain itu, pemilik bisnis juga sebaiknya memberikan pelatihan tambahan serta melakukan upgrade keilmuan secara berkala untuk menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

Selain menginginkan hal secara cepat dan praktis, tantangan dari masyarakat saat ini adalah karena mereka senantiasa berubah, baik dari segi selera, keinginan dan kebutuhan. Masyarakat saat ini mudah sekali merasa bosan dengan satu hal dan mempunyai keinginan yang cukup kompleks. Mereka pun lebih pintar dalam memilih mana produk yang sesuai dengan mereka, dan mana yang tidak. Ini menjadi tantangan karena menuntut pemilik bisnis untuk lebih sering memutar otak dan berinovasi dalam menciptakan produk serta jasa.

 

Pemilik bisnis juga dituntut untuk berpikir out of the box agar dapat menghasilkan sesuatu yang unik dan tidak biasa. Namun, tantangan ini justru bisa bermanfaat di masa depan. Usaha-usaha yang dilakukan pemilik bisnis untuk terus berinovasi akan meningkatkan pengetahuan mengenai pasar serta produk.  Dan tentu saja hal ini mampu memberikan keuntungan yang lebih maksimal kede Lagi-lagi teknologi mempunyai pengaruh dalam hal ini. Teknologi canggih mampu mengintegrasi saluran bisnis sehingga dapat dilakukan tanpa batasan ruang dan waktu. Efeknya, sebuah bisnis bisa menjalin kerja sama dengan bisnis lain di belahan dunia mana saja. Dan tentu saja, sebuah bisnis juga mendapatkan kompetitor dari berbagai bisnis lain di belahan dunia mana saja pula. Jika tidak dibarengi dengan inovasi yang terus menerus, maka bisnis akan tertinggal dari kompetitor. Selain itu, tantangan lain yang kerap ditemui ketika berhubungan dengan kompetitor adalah bagaimana caranya untuk bersaing secara sehat. Karena pada dasarnya hal tersebut memang sangat penting untuk diterapkan. Jika mampu bersaing dengan sehat, maka akan terbentuk iklim yang baik dalam bisnis.pannya.

 

Bisnis saat ini bisa dilakukan dan dikontrol dari jarak yang cukup jauh menggunakan website, e-mail, dan fitur chatting. Permasalahan yang kerap terjadi dengan metode komunikasi jarak jauh ini adalah hilangnya sosok pemimpin atau bisa disebut zero-surveillance. Pemilik bisnis kerap berkomunikasi dengan karyawannya hanya mengenai hal-hal yang berhubungan bisnis. Padahal karyawan membutuhkan keakraban dengan pemimpinnya untuk menjalin komunikasi yang baik dan menambah semangat untuk bekerja.

 

Namun. dengan konsep zero-surveillance sebenarnya menjadi peluang dalam mengembangkan bisnis di era digital. Pegawai pada perusahaan lebih leluasa dalam mengembangkan kreativitas dan peran penting tidak hanya dipegang oleh pemimpin namun semua unit karyawan sehingga kinerja perusahaan dapat lebih produktif.

 

Itulah beberapa informasi tentang tantangan bisnis di era digital yang perlu diwaspadai. Untuk meminimalisirnya perlu dilakukan usaha tambahan dan tekad pantang menyerah. Selain meminimalisasi tantangan tersebut, perlu juga diperhatikan cara untuk meminimalisasi kesalahan-kesalahan dalam pengelolaan bisnis. Jangan lupa untuk menggunakan software khusus untuk pengelolaan bisnis khususnya pengelolaan keuangan. Gunakan software akuntansi online Jurnal yang telah dirancang sedemikian rupa untuk mempermudah Anda dalam mengatur keuangan bisnis.  Jurnal sebagai aplikasi gudang berbasis web memiliki fitur mobile yang dapat menampilkan ringkasan bisnis Anda secara periodik. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi Anda dalam memonitor keuangan bisnis kapan dan di mana saja lewat program akuntansi tersebut. Manfaatkan segera aplikasi surat jalan dan invoice untuk membantu pekerjaan Anda. Coba Jurnal sekarang juga!

 

Demikian uraiannya. Saya kembalikan ke moderator.

 

Baik. Sungguh lengkap utaian materi yang dipaparkan oleh dua moderator kita pagi ini.

Nah sebagai tahap selanjutnya, sudah diseleksi 4 pertanyaan untuk kedua moderator. Kita mulai dari pertanyaan pertama.

 

 

 

Tanya :

Riska Triani dari (Temanggung Jawa Tengah)

Ijin bertanya Pak Iwan

Jadi untuk menjadi seorang enterprenuer apakah yang harus kita siapkan?

Apakah benar langkah kita akan selalu dijegal? Mohon maaf ini baru pertama kali saya mau berwira usaha,

 

Jawab :

Bu Riska, sebenarnya untuk menjadi enterprenuer sejati, yang paling enting adalah mental yang kuat. Selain itu yang harus dimantapkan adalah modal finansial.

Pada awalnya akan banyak sekali orang yang akan menjegal. Namun bila bu Riska mampu menepis semua itu dengan tekad baja untuk maju. Maka semua rintangan itu akan menyingkir sendiri.

Demikian bu Riska

 

Tanya :

Asria dari Jambi

Apa sebenarnya aspek yang arus kita siapkan untuk menjadi seorang enterprenuer sejati?

Terima kasih.

 

Jawab.

Bu Asria. Sebanrnya aspek dasr untuk menjadi enterprenuer adalah kemauan yang kuat dengan dukungan modal usaha yang kuat pula. Namun bila dikaji lebih jauh. Akan banyak tangan yang akan membuat kita kalut. Nah bila mental kita lembek, tentu bu Asria akan menjdi santapan mereka. Saran saya yang utama adalah mental dan mampu menepis semua tantangan.

 

Tanya :

Dyah (Padang)

Ijin bertanya

Apakah ada beberapa pilihan dari berbagai tempat yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi pebisnis?

 

Jawab :

Ongkir dan jasa pelayanan gratis akan memudahkan koordinasiuntuk membuka paluang menjadi enterprenuer. Contoh penerbit dipilih yang satu kota dengan konsumen kita akan memudahkan bu Syah menjadi peaku bisnis.

 

Tanya :

bu Yuni akbar (Semarang):

Jadi kl di suatu tempat usaha berapa lama rerata dari pemasok barang sampai jadi terjual? Apakah 3 bulan seperti yg diterangkan di atas atau bisa lebih lama lagi? Kl sudah mengalami kemajuan biarpun perahan, kan harus lewat toko yg punya npwp, bagaimana solusinya? Apakah KBMN punya semacam toko buku yg bisa memasarkan buku2 produk dari penulis asuhannya, yg sudah banyak sekali?

 

Jawab :

Kalau barang yang akan dijual berbentuk abstrak, biasanya tidak ada Batasan waktu, untuk menjadi terjual. Sifat yang harus dimiliki seorang enterprenuer adalah TIDAK PUTUS ASA.

 

Semikian acara kita pagi hingga siang ini. Kami slaku pembawa acara meohon undur diti.

 

16 komentar:

  1. Menjadi enterprenuer di era digital... Kereeen.

    BalasHapus
  2. Artikel yang bagus. malah Sangat bagus untuk para calon seleb.

    BalasHapus
  3. Enterprenuer di era gigital, wajib punya gadget canggih.

    BalasHapus
  4. Jika mampu menepis semua aral dengan tekad baja untuk maju. Maka semua rintangan itu akan menyingkir sendiri

    BalasHapus
  5. Mantap binacang-bincang dengan narsum hebat.

    BalasHapus
  6. Balasan
    1. Mohon masukannya, bu.
      Sudah saya kunjungi blog ibu.

      Hapus