Jumat, 03 Februari 2023

Teliti Sebelum Menjual

 Oleh Noormasri Karyawan, S.Pt.,M.Pd.

 


Tema : Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan

Narasumber : Susanto, S.Pd/

Moderator : Helwiyah, S.Pd., M.M..

Hari/Tanggal : Jumat. 3 Februari 2023

 

Assalamualaikum Wr. Wb

 

Pertemuan ke 12. Moderator (bu Helwiyah, S.Pd., M.M.) memulai kegiatan dengan pantun.

 

Bunga sekuntum Mekar berseri,

Disunting gadis dari Betawi,

Assalamu Alaikum pegiat literasi,

Salam jumpa dengan Bu ewi

 

Nah lo… akhirnya saya tahu kalau bu Helwiyah bisa disapa bu Ewi. Nah melihat topik kita malam ini saya beri judul Teliti Sebelum Menjual. Bisa saya kritik sedikit tulisan pantun Ewi.

 

Pada baris pertama seharusnya kata Mekar, huruf M nya seharusnya bulan M besar tapi m kecil.

Pada baris kedua sudah benar

Pada baris ketiga. Kata Assalamu Alaikum, seharusnya disambung jadi Assalamualaikum.

Pada baris keempat kata ewi seharusnya ditulis Ewi (E besar) karena merujuk ke nama.

 

Semoga saya tidak salah.

 

Bu Ewi menyapa para peserta malam ini.

Apa kabar bapak ibu Pegiat Literasi Nusantara (PLN) diseluruh Indonesia......?

Semoga semua sehat sehat....bahagia dan tetap semangat

Izinkan Saya Bu Helwiyah biasa disapa Bu Ewi   untuk membersamai bapak ibu  semua dalam pertemuan ke 12 dari 30 pertemuan kelas Belajar Menulis  Angkatan 28

 

Saya alumni angkatan 20. Bersama pak Dail dan Jeng Raliyanti.

 

Nah, baru sadar saya bahwa bu Ewi pernah satu Angkatan dengan saya. Angkatan 20. Brsama pak Dail dan bu Ralliyanti. Subhanallah, akhirnya bisa Kembali bertegur sapa.

 

Lanjut. Bu Ewi Kembali menyapa :

 

Semoga malam ini menjadi malam yang menginspirasi untuk memotivasi diri mewujudkan  mimpi menjadi penulis sejati..

 

Bagi pemikir, buah fikirnya hanya akan bersemayam dalam fikiran jika tak diucapkan dan ditulis

Bagi pembicara, pembicaraannya hanya akan menguap lewat suara bila tak dituliskan

Bagi penulis ,tulisannya akan tersimpan dalam catatan jika tak dipublikasikan.

Bagi penulis media, tulisnnya akan tertimpa materi tulisan lain jika tak dibukukan

Maka,.ucapkan dan tuliskan yang ada dalam fikiran.

Publikasikan dan bukukan apa yang sudah ditulis.,agar banyak orang yang dapat membacanya.

Abadi dalam bentuk  kumpulan buah fikiran yang tertulis dan tersusun rapi dalam sebuah buku.

 

Bagaimana caranya?

Sahabat pegiat literasi sekarang sudah berada di tempat yang tepat πŸ‘

Kita berliterasi membaca dulu ya bapak ibu......

Pemanasan sambil menunggu Nara sumber yang masih dalam perjalanan

Silakan manfaatkan  waktu untuk membuat prolog dari materi malam ini  di blog bapak ibu ......

 

Seperti biasa kuliah online kita akan terbagi menjadi 4 sessi pada pukul 19.00 - 21.00

Pembukaan

Paparan materi

Tanya jawab

Penutup

 

Bu Ewi memberi kesempatan kepada peserta untuk membaca biodata narasumber.

 

Pak Susanto dengan nama komunitas Pak D. lahir di Gombong Kebumen, 29 Juni 1971 saat ini beliau berprofesi sebagai Guru Kelas SDN Mardiharjo, Kab. Musi Rawas, Prov. Sumatera Selatan. Pak D tamatan S1 Pendidikan Bahasa Indonesia dan S1 Pendidikan Guru SD. Domisili di Musi Rawas, tepatnya Jalan Pesantren Dusun 2 Desa D. Tegalrejo Kec. Tugu Mulyo Kab. Musi Rawas, Sumatera Selatan. Pak D dapat dihubungi via telpon atau WA di nomor 081373353014

 

Itulah sekelumit rahasia pribadi narasumber mala mini. Pak Susanto.

 

Selanjutnya bu Ewi mempersilahkan pak Susanto memulai kegiatan mala mini.

 

Pak Susanto memulai kegiatan dengan menyapa para peserta yang suah anteng dihadapan smartphone dan laptop.

Halo, semua! Bapak dan Ibu Guru (semoga sebagian besar guru) yang pasti sudah sangat hebat. Terima kasih Bu Moderator. kabar baik Mohon maaf tidak bisa tepat waktu karena saya jam tujuh baru sampai di rumah Dan sebelumnya sudah diusahakan sampai di rumah satu jam sebelum pukul 7 petang. Demikian awal pembukaan oleh pak Susanto.yang merupakan alumni gelombang ke-15.

 

Beikut saya tuliskan resume pertemuan mala mini :

 

Proofreading. Jika ingin mengetahui apa, mengapa, bagaimana proofreading, pak Susanto mengambil satu di antara resume yang telah didokumentasikan. Pak Susanto mengambil tulisan di blog https://ahmadfatch.blogspot.com/2022/09/belajar-cara-menulis-pgri-gelombang-ke_19.html?m=0  Izin Pak Fatch, Kompasianer aktif, saya bagikan link blog Anda sebagai rujukan.

 

Setelah membaca blog tersebut. Dialnjutkan dengan kegiatan praktek menulis dengan meminimalisir kesalahan

Selanjutnya pak Susanto melanjutkan dengan voice note berikut ringkasannya.

 

Sebelum melakukan proofreading kita melakukan self editing atau swa sunting. Ada minimal 4 kegiatan yang intinya setelah menulis, tidak langsung dikirim ke penerbit atau tidak langsung diterbitkan di blog, tapi endapkan dulu beberapa saat setidaknya dalam hitungan jam atau dalam hitungan menit. Yang penting jangan sampai selesai titik pada paragraph terakhir langsung klik tombol kirim. Kemudian setelah diendapkan kitab isa meminta “teman” membaca tulisan kita bisa anak, istri atau kita sendiridengan membaca ulang tulisan dengan suara yang lantang.Setelah itu kita minta seorang proofreader resikonya ya pasti meminta proofreader memberikan sesuatu kepada proofreader tersebut.yaitu maskah kita. Berikutnya kalau misalnya berupa e-book atau bisa juga diaplikasi MS Word dengan editing tools. Kalau dengan MS Word dengan Google Doc untuk memperbaiki type dalam tulisan kita.


Sebagaimana dalam gambar, setiap kita menulis pasti akan melewati 3 hal tersebut. Dimana letak Proofreding? Pastinya setelah tulisan jadi. Jangan melakukan proofreading Ketika tulisan masih setengah jalan.karena kemungkinan besar tulisan kita tidak akan jadi atau utuh.

Pada kegiatan proofreading kita akan memeriksa Konten, tata Bahasa, kosa kata, dan juga penulisan serta kaidah-kidah sesuai tata Bahasa.

Proofreading adalah tahap terakhir dari proses editorial dan tujuannya adalah untuk menemukan kesalahan yang terlewatkan oleh penulis, editor, dan perancang buku atau formatter.




Alat yang gunakan Alat yang digunakan untuk membantu kita melakukan proofreading, tentu saja KBBI dan PUEBI yang sejak 16 Agustus 2022 diganti dengan EYD. Ada beberapa perubahan misalnya : Perubahan kaidah, yaitu pengkhususan penulisan bentuk terikat maha- untuk kata yang berkaitan dengan Tuhan.

Pada ejaan sebelumnya, aturan penulisan kata terikat maha- ada yang dipisah dan digabung sesuai syarat dan ketentuannya.

Sementara pada EYD edisi V, aturan penulisan kata terikat maha- dengan kata dasar atau kata berimbuhan yang mengacu pada nama atau sifat Tuhan, semua ditulis terpisah dengan huruf awal kapital sebagai pengkhususan.

 

Contohnya: Yang Maha Esa, Yang Maha Pengasih, Tuhan Yang Maha Pengampun.

 

Aturan penggunaan tanda baca, sepertinya tidak ada perubahansilakan menuju laman:  https://ejaan.kemdikbud.go.id/  berdampingan dengan KBBI untuk melakukan proofreading tulisan kita.

Proofreading adalah proses peninjauan kembali sebuah teks dilihat dari aspek kebahasaan dan penulisannya. Tujuannya adalah guna mengecek kembali bahwa teks atau esai yang akan diserahkan sudah bebas dari kesalahan pengetikan (typo), kesalahan ejaan, kesalahan grammar, atau kesalaha-kesalahan mendasar lainnya. Editing, orangnya disebut editor, memeriksa lebih dari itu. Untuk penerbit Mayor, semoga saya tidak salah, Editor menyesuaikan dengan misi perusahaan penerbitan, standar tulisan. Proofreader  melakukan uji baca pada tulisan.kembali mengutip laman uptbahasa.untan.ac.id  >> dibeberapa jurnal, mereka mewajibkan para penulis untuk mem-proofread artikel mereka terlebih dahulu sebelum dikirim ke editor

Buku nonfiksi yang padat dan bersifat teknis, akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengoreksi daripada yang lain (fiksi). Namun, pada fiksi yang sarat dengan dialog tentu ada aturan-aturan bagaimana menulis dialog dengan tanda baca yang benar. Ini ada dalam buku yang hendak saya jadikan GA.


Salah satu "tugas" Proofreading adalah memastikan tulisan itu "bisa diterima logika dan dipahami". Permasalahannya, jika kita melakukan proofreading atas tulisan kita sendiri, pastinya kita merasa semua sudah logis dan dapat difahami. Permasalahannya, jika kita melakukan proofreading atas tulisan kita sendiri, pastinya kita merasa semua sudah logis dan dapat difahami. Tidak akan terjadi, jika tulisan di-ENDAPKAN dahulu.  Jika cara itu juga kita merasa seperti itu (semoga bukan karena egois ya he he he, berikan kepada orang lain, meminta orang lain untuk membaca). Analoginya, pemain bola akan fokus dan merasa sudah benar menggiring serta menendang ke arah yang benar. Nyatanya, penonton di tribun kayak lebih tahu harus ke mana tuh bola ditendang

JANGAN SEKALI-KALI MELAKUKAN PROOFREADING KETIKA TUILISAN BELUM SELESAI ATAU BELUM JADI HINGGA PARAGRAF TERAKHIR

Demikian resume pertemuan ke 12 malam ini. Semoga bisa memberikan tambahan ilmu bagi pembaca dan para penulis pemula seperti kita.

 

Salam KBMN 28.

Rabu, 01 Februari 2023

MENGELOLA MAJALAH SEKOLAH

Oleh Noormasri Karyawan, S.Pt.,M.Pd.




Tema : Mengelola Majalah Sekolah

Narasumber :Widya Setianingsih, S.Ag.

Moderator : Mutmainah, M.Pd.

Hari/Tanggal : Tabu, 1 Februari 2023

 

Assalamualaikum Wr. Wb

 

Merupakan suatu kebanggaaan jika sekolah kita memiliki Majalah Sekolah sendiri. Banyak manfaat yang didapatkan. Media komunikasi, promosi, publikasi dan wadah kreativitas guru dan siswa. Tapi.... Apa mungkin sekolah saya bisa memiliki majalah sendiri yaa??? Bagaimana caranya??? Darimana biayanya??? Daripada galau dengan segala pertanyaan diatas, lebih baik kita temukan jawabannya di kelas belajar malam ini. Okay, segera masuk kelas yuuk...!!!

 

Tidak terasa sudah masuk ke pertemuan ke-11. Tantangan menulis resume semakin terasa penting agar kelak bisa menjadi buku yang bermutu.Sahabat sahabat Nusantara sesaat lagi kita akan memasuki kuliah malam dengan materi keren dari narasumber luar biasa. Lima menit dari sekarang kelas akan saya kunci untuk sementara waktu agar bisa terhimpun ribuan ilmu dari deretan huruf dan kata. untuk mengisi kekosongan dan agar lebih mengenal sosok narasumber kali ini, disajikan video untaian kata yang mengharu biru dari narasumber kita malam ini.

 

Selanjutnya kegiatan dimulai

 

Assalamulaikum warahmatullahi wa barakatuh.

 

Moderator membuka kegiatan dengan mengucapkan Salam sejahtera untuk kita semua.Selamat malam Bapak/Ibu hebat Indonesia yang tergabung dalam kelas Belajar Menulis Gelombang 28.

 

Dialjutkan oleh moderator yang memperkenalkan dirinya Perkenalkan, saya Mutmainah biasa dipanggil Emut dari Lebak Banten. Alumni peserta Belajar Menulis PGRI asuhan Om Jay gelombang 24 (Januari-Maret 2022). Mulai belajar dari NOL BESAR hingga menghasilkan buku solo (hasil 30 kali pertemuan dengan Narasumber keren) dan 20 buku antologi. Di malam putaran ke 11 saya akan menemani sahabat nusantara di kelas Menulis tanpa sekat dan batas.

 

Semoga semangat kita tetap menyala untuk terus berkaryaπŸ’ͺ🏻

Semoga niat tetap terjaga untuk menambah ilmu dari narasumber yamg luar biasa.

SemangatπŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻

 

Kuliah malam ini seperti biasa dibagi menjadi 4 sesi

 

1. Pembukaan

2. Penjabaran Materi

3. Sesi Tanya Jawab

4. Penutup

 

Bagi yang ingin bertanya silakan japri ke nomor berikut 085216628447

 

Selanjutnya Narasumber memulai kegiatan

 

Bapak Ibu ........

Keberadaan majalah sekolah tentu sangatlah penting sebagai media penampung karya siswa sekaligus sebagai media komunikasi. Majalah sekolah bersifat informatif, edukatif, dan tentu juga kreatif. Ingin lebih tahu mendalam tentang Majalah sekolah?? Yuuk kita kulik dari pimrednya langsung🀭

 

Sebelumnya,  saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Omjay, selaku Founder sekaligus Guru Blogger Indonesia. Karena dengan  belajar di kelas Beliaulah saya bisa memiliki buku karya saya sendiri. Juga ucapan terima saya yg tak terhingga kepada seluruh panitia team solid dan narasumber di kelas menulis BM PGRI. Sungguh keikhlasan Beliau-Beliau dalam berbagi ilmu tanpa pamrih patut di apresiasi. Dari para Beliaulah yang telah menularkan virus  ngeblog dan virus cinta literasi. Hingga berhasil melahirkan puluhan penulis di setiap kelasnya.  Mari kita berikan applaus yang meriah untuk para guru kita yang Ruaarrr Biasaaa.

 

πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»

 

Sahabat literasi nusantara, saya hanyalah pecinta literasi biasa dan berawal dari zero. Sungguh bergabung di komunitas penulis seperti ini mampu melejitkan potensi kita untuk menjadi penulis yang produktif.

 

Kuncinya adalah MAU Bagaimanapun juga satu ons tindakan lebih berarti dari pada satu ton pemikiran.So ayoo segera bersiap keluar dari zona nyaman untuk menyambut kesuksesan.Saatnya telah tiba... Hari ini adalah hari kesuksesan Anda sekalian.

 

Bpk/ibu semua, menjadi peserta di KBMN bukanlah suatu kebetulan. Akan tetapi itu adalah bagian dari skenario Allah. Percayalah takdir Allah tak pernah salah menuntun langkah kita. Saya sendiri sangat bersyukur menjadi bagian dari komunitas orang-orang hebat yang tanpa pamrih ini Tidak hanya ilmu yang saya dapatkan tapi saya mendapatkan saudara-saudara sejiwa. Salah satunya sahabat saya ini, tazat Emut. Seperti yang diceritakan bestie saya di awal pada bulan Desember lalu kita dipertemukan dalam acara kopdar dan temu penulis nusantara. 3 hari saja tapi cukup untuk menjadi cerita yang terkenang selamanya.

 

Semoga kita segera bertemu lagi ya beb...😘

 

Hari ini saya akan berbagi pengalaman seputar majalah sekolah

Apa yang Bapak/Ibu rasakan saat ada foto kita, foto anak kita terpampang di sebuah artikel majalah? Entah itu karena prestasi, atau sekedar foto selvi saat melakukan kegiatan sekolah.  Pasti bangga, bercampur senang bukan???Setiap sekolah tentu kita dikenal oleh khalayak luas. Baik sekolah negeri, lebih-lebih sekolah swasta  Selain itu sebagai lembaga formal, komunikasi, promosi, dan sosialisasi dengan orangtua, masyarakat sebagai STAKE HOLDER sangat diperlukan.Semua itu dapat terjawab dengan hadirnya Majalah Sekolah.Tentu sebagian dari kita berfikir, haduuh rasanya tidak mampu deh punya majalah sendiri. SDM kurang, biaya tidak ada dan dukungan dari sekolah kurang optimal.

 

Itu sama dengan pikiran yang saya dan teman saya rasakan awal mula berdirinya Kharisma (nama majalah sekolah kami) Awal mula, hanya ada dua orang yang merintis terbitnya majalah sekolah. Satu teman saya sebagai pimred merangkap layouter. Dan saya sebagai pemburu berita merangkap bendahara. Jangan dibayangkan majalah Kharisma diawal seperti saat ini bpk/ibu. Majalah kami hanya berukuran setengah kertas folio. Untuk mencetaknya kami hanya mampu fotokopi. Layout dengan cara gunting dan tempel.

Kemampuan menulis apa adanya bukan soalan. Yang kami inginkan hanya berbagi informasi, berita, dan cerita tentang anak didik kami. Akhirnya majalah pertama sekolah kami bisa sampai ditangan anak-anak didik kami. Saat itu penggandaan majalah didanai oleh sekolah.Perjalanan Majalah sekolah yang apa adanya tersebut berjalan hingga dua tahun. Tetap dengan dua crew yang bertugas rangkap. Sampai akhirnya kami harus melepas majalah Kharisma ditahun ke tiga.

SDM yang terbatas dan dana menjadi kendala utama.😒 Dua tahun Kharisma melakukan hibernasi. Hingga akhirnya kami bangun kembali.

 

Selama  tidur panjang kami sibuk berbenah. Crew Majalah kami lengkapi. Mulai dari penasehat, penanggung jawab, pimred, bendahara, editor, layout, hingga 4 orang pemburu berita.  Kami ajukan proposal yg detil pada pihak yayasan/sekolah. Mencari solusi pendanaan selain dari dana BOS. Mempercantik tampilan hingga ke percetakaan. Mempertebal muatan bergizi dari isi majalah.

 

Finally "KHARISMA REBORN" ...πŸ’ž

 

Tahun 2010 saya dipercaya untuk menjadi Pimred. Hal yang berat memang. Tapi saya percaya dengan tim saya, dengan crew yang saling membahu.

 

Bismillah... πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻

Hingga sekarang saya masih memegang  amanah itu.

 

Kunci utamanya adalah MAU

 

Insyaallah semua akan diberi kemudahan.

Ibarat kita berjalan ada tembok menghadang. Cari jalan lainnya. Entah harus memutar, ataukah mencari jalan lain yg sepadan. Artinya setiap kesulitan ada dua kemudahan yang Allah siapkan.

Tetapkan niat, dan insyaallah tiba-tiba ada jalan yg terbentang. Jangan takut mencoba, maka kita akan tetap stuck di tempat. Ada rintangan, halangan itu hal yg biasa. Apalagi saat mengawali. Berat memang... πŸ˜₯Tapi bukan berarti itu TAK MUNGKIN dan TAK ADA SOLUSI.

 

BismillahπŸ’ͺ🏻

 

Salam redaksi memuat kata sapaan pimred kepada pembaca sesuai kondisi terkini, menyampaikan tema edisi kali ini, dan isi majalah secara singkat.Karya siswa bisa berupa puisi, cerpen, dan karya kerajinan siswa (ketrampilan KI 4) Artikel tambahan do you Know. Yang memuat pengetahuan umum untuk siswa. Disajikan dalam 2 bahasa yaitu bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

 

Kuiz berhadiah, bisa berupa TTS, tebak gambar dll Baiklah Bpk/ Ibu penulis yg luar biasa. Tidak seru rasanya  jika kita tidak praktek langsung. Betul ga beb..

 

Selanjutnya bu Widianingsuh meminta kepada seluruh peserta malam ini.untuk Bersama sama membayangkan sekolah Anda masing- masing. Setiap sudut kelasnya, siswanya, rumput dan tabaman sekitar yang ada disana. Bayangkan lagi pimpinan kita, kawan seperjuangan yang tegak berdiri berjuang bersama kita. Tak terkecuali siswa-siswi kita tercinta.

 

Bayangkan....

 

Tentu banyak kisah, berita, prestasi yang bertebaran setiap harinya.... Mari kita coba tuangkan dalam tulisan pada malam ini. Saat ini majalah kami memasuki edisi ke 23.Akan ada hadiah berupa majalah Kharisma bagi 3 peserta.

 

Selanjutnya bu Widianingsih memberikan sebuah tantangan

 

TANTANGANNYA

Tuliskan artikel apa saja tentang sekolah sahabat sekalian di blog. Saya beri waktu 15 menit. Jika ada foto bisa disertakan juga. Gunakan bahasa yang ringan, menarik, informatif dan komunikatif. Untuk itu  bisakah grup dibuka untuk sementara tazah

 

Kuncinya jangan takut mencoba sesuatu yang baru. Kerja keras... Dan semangat. Syukur jika kita bisa  mengikuti  sekolah Beliau yang memiliki majalah sekolah yang Rruarr Biasaahh. Sekarang kita memasuki sesi tanya jawab. Seperti biasa, silahkan mengirimkan pertanyaan dengan format nama, alamat dan kirim ke

 

LANGKAH LANGKAH MENERBITKAN MAJALAH SEKOLAH


  1. Menyatukan ide dan gagasan. Mencari teman-teman yang memiliki jiwa literasi dan organisasi. Membentuk susunan redaksi majalahMengajukan Proposal.Membuat proposal meliputi latar belakang, tujuan, susunan redaksi, anggaran dana dsbnya.
  2. Membuat rancangan majalah. Menentukan nama majalah, isi berita, pendanaan dll.
  3. Mencari rekanan pendukung. Percetakan, sponsor dll
  4. Melakukan sosialisasi ttg manfaat, pentingnya suatu majalah pada orngtua.

 

Yoook semangat mengawali majalah.

 

Jika ingin mulai menerbitkan majalah, 

  1. Pada awal terbit majalah dibiayai sekolah. Sekolah mengalokasikan dana BOS untuk majalah. Saya sudah pernah cek pada juknis BOS dan ternyata ada list yang membolehkan kita mengalokasikan dana BOS untuk buku termasuk majalah. Seiring berjalan waktu orangtua menyadari pentingnya media komunikasi di sekolah. Mereka bersedia membeli majalah itu. Tidak mahal pak untuk harga 15.000 dalam waktu 6 bulan sekali.
  2. Tebal tipisnya majalah tergantung pada kita. Misalnya tingkatan sekolah. Semakin tinggi tingkatan sekolah maka bisa ditambah halamannya. Kharisma sendiri adalah konsumsi anak SD, maka kami lebih banyak menampilkan foto dan gambar sebagai berita.
  3. Sahabat penulis, kita tidak akan tahu seberapa besar kemampuan kita sebelum kita mencob menghadapi kesulitan. Tuangkan rasa cibta pada lembaga kita dengan membuat sekolah kita popular dgn hadirnya majalah sekolah.

 

Teruslah berjuang...

Akan ada tangan2 orang baik yang akan menguatkan langkah kita...Sahabat literasi nusantara, terimakasih atas kebersamaannya malam ini. Sungguh suatu kebahagiaan bagi saya, bisa kembali belajar bersama di kelas ini. Mohon maaf jika dalam penyampaian materi dan diskusi ada ketidakpuasan atas jawaban yang saya beri. No body perfect, begitu pula dengan saya pribadi. Jika membutuhkan bantuan saya dalam mengelola majalah sekolah, monggo bisa wapri ke nomer saya. Dengan senang hati akan saya bantu sepenuh hati.

 

 

Genggam semua ilmu yang telah didapat selama iniUntuk menjadi bekal berkarya demi keabadian diri Jangan lupa karya solo selalu dinantiπŸ’ͺπŸ’ͺ Mohon maaf jika selama membersamai sahabat saya mempunyai kekurangan dan kesalahan. Uluran maaf setulus hati, bagi kesalahan yang mungkin tak sengaja melukai. Mari bergandengan tangan untuk menyemarakkan literasi di negeri tercinta. Bersama kita pasti bisa menebar warna indah dalam goresan karya. Selamat malam, sampai berjumpa lagi. Izinkan saya undur diri.

 

Demikian materi kita malam ini yang sangat luar biasa

 

Wassalamualaikum wr wb.

 

See you next time, sobatπŸ‘‹πŸ»πŸ‘‹πŸ»πŸ‘‹πŸ»


Senin, 30 Januari 2023

Kiat Menulis Cerita Fiksi

Oleh Noormasri Karyawan, S.Pt.,M.Pd.


 

Tema : Kiat Menulis Cerita Fiksi

Narasumber : Bambang Purwanto, S.Kom. Gr.

Moderator : Sudomo, S.Pt.

Hari/Tanggal : Senin, 30 Januari 2023

 

Assalamualaikum Wr. Wb

 

Pernahkah kita mengingat kalimat seperti ini "Pada zaman dahulu", "Pada suatu hari". Yaa itulah kalimat awal dongeng yang mengantarkan imajinasi kita pada masa kecil melayang bebas. Menyusuri awan-awan putih, menari bersana pelangi, dan terbang diantara bintang gemintang. Setelah kita dewasa jarang sekali membaca cerita fiksi. Padahal cerita fiksi adalah awal pembentukan karakter, sarana rekreasi dan memperkuat intuisi. Ingin mengulang masa kecil bersama??? Yuk kita hadirkan kembali masa kecil dalam cerita fiksi. Siapkan imaginasi dan mari terbang bersama dalam cerita fiksi, malam ini di kelas KBMN 28

 

Assalamualaikum w.w.


Pembukaan dilakukan oleh moderator dengan mengucap Salam sejahtera untuk kita semua. Salam Literasi Puji dan syukur semoga selalu dipanjatkan kepada Allah SWT, Tuhan YME.  Bapak Ibu guru yang hebat di nusantara, malam ini akan menjadi malam yang luar biasa dengan materi yang mengasikan. Sebelum dimulai pastikan gawai dalam gemgam, atau laptop di depan mata. Sapa kiri kanan yang ada disekitar. Sisipkan senyum manis untuk orang terdekat. Air minum bisa menjadi sahabat selama 2 jam ke depan.

 

(Selanjutnya setiap peserta diminta untuk menyimak profile narasumber malam ini)

 

Nah malam ini kita akan menyimak materi sampai pukul 20.00 WIB. Tanya jawab akan dilaksanakan mulai 20.01 - 20.55 WIB, Bagi yang memilki pertanyaan silahkan Kirim pertanyaan ke 088809405468 mulai pukul 19.50 WIB. Mari kita simak materi malam ini ;

 

KIAT MENULIS CERITA FIKSI

 

Pada Pertemuan malam ini kita akan sama-sama belajar menulis dengan topik sesuai yang sudah disampaikan oleh Mr. Bams, yaitu Kiat Menulis Cerita Fiksi. Malam ini saya akan berbagi dengan menggunakan alur MERDEKA, yaitu Mulai dari Diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, dan Aksi Nyata.

 

Mulai dari Diri. Pada alur ini, saya ingin kita bisa berbagi tentang pengalaman Bapak/Ibu dalam menulis cerita fiksi. Bapak/Ibu bisa mengirimkan cerita singkat terkait pengalaman. Bisa pengalaman mengalami kendala memulai menulis cerita fiksi. Bisa juga tantangan yang dihadapi saat menulis cerita fiksi. Bisa juga mungkin pengalaman telah menerbitkan buku fiksi. Silakan Bapak/Ibu ceritakan singkat ke nomor 088809405468. Waktunya sampai 19.30 WIB, ya.

 

1.  Menulis cerita fiksi, tak terlintas sedikitpun dibenak saya. Kalau membaca cerita fiksi, itu saya suka.Jaman saya usia SMP, uang jajan lebih sering saya gunakan untuk menyewa novel daripada jajan makanan. Tetapi untuk membuat sendiri cerita fiksi.. hhmm.. tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

 

Menulis cerita fiksi memang seru meski saya belum.lihai memilih diksi. Namun, saya beranikan diri layaknya faksi, fakta tapi dipoles dengan gaya fiksi. Pengalaman menulis diary dan surat-menyurat masa kanak, remaja hingga kuliah, menjadi modal untuk menulis fiksi Hanya saja, saya harus meruntuhkan mental block saat mengolah konflik menjadi cerita yang menarik.

 

Konflik adalah bumbu cerita. Tanpa konflik cerita menjadi hambar. Nah, saya sebagai manusia biasa, tidak suka konflik, lebih menghindari darilada berhadapan. Sebagai pembaca, susah pasti saya tertarik karena ada konflik dalam aebuah cerita. Sebagai penulis, mengulik konflik adalah pekerjaan rumah yang masih perlu saya asah untuk bisa mencitpakannya dalam sebuah cerita.padahal hidup kita rame riuh rendah karena ada bumbu konflik begini ya?

 

Awal mula menulis cerita fiksi adalah ketika saya menulis buku antologi dongeng dan cerpen. Cara yang saya gunakan dengan cara menentukan dulu unsur intrinsiknya; tokoh, latar, penokohan, alur, sudut pandang, dan amanat. Tujuan akhir memberikan amanat/nilai yang berkesan bagi pembaca. Dibumbui konflik pada setiap komplikasinya. Begitu sedikit pengalaman saya. Ujungan secara history merupakan sebuah legenda lahirnya Desa Gumelem, Susukan, Banjarnegara, sebuah desa perdikan dari Kraton Mataram, yang menceritakan bahwa datangnya utusan dari Kraton yang mengembangakan desa Gumelem menjadi sebuah Kademangan yang diakui oleh Mataram. Kekeringan dan rebutan air menjadi embrio lahirnya tradisi Ujungan untuk meminta hujan, yang sekarang  menjadi tradisi budaya dan tatanan sosial, yang masa sekarang dikemas menjadi daya tarik wisata. Sekarang ujungan dan desa Gumelem merupakan satu kesatuan tradisi dan tatanan kehidupan yang ada di masyarakat Kabupaten Banjarnegara.

 

 

2 | Eksplorasi Konsep. Pada alur ini, Bapak/Ibu saya persilakan mempelajari secara mandiri materi yang telah saya siapkan dalam bentuk cerita pendek. Bapak/Ibu bisa membaca dan membuat catatan/pertanyaan terkait materi yang ingin digali lebih dalam lagi. Silakan membaca di tautan ini https://s.id/MateriSudomo

 

Peserta diminta Sisihkan waktu Bapak/Ibu untuk membaca selama maksimal 10 menit.

Garis besar materi dari cerpen tersebut adalah alasan mengapa harus menulis cerita fiksi, syarat bisa menulis cerita fiksi, bentuk-bentuk cerita fiksi, unsur-unsur pembangun cerita fiksi, dan tips menulia cerita fiksi. Sambil terus membaca, saya akan membagikan beberapa poin penting materi kita malam ini. Terutama untuk hal-hal yang mungkin baru bagi Bapak/Ibu.

Fiksimini, yaitu fiksi singkat yang hanya terdiri dari beberapa kata saja. Berikut adalah contoh fiksimini yang terkenal For sale: baby shoes, never worn. (Ernest Hemingway) Jika diperhatikan, secuil kalimat itu memiliki maknanya luas dan dalamF

Flash fiction, yaitu cerita kilat dengan kekhususan jumlah kata. Biasanya mengandung plot twist.

Selanjutnya adalah terkait unsur pembangun cerita fiksi yang perlu ditambahkan adalah premis. Premis adalah ringkasan cerita dalam satu kalimat.

 

Contoh premis: Seorang anak yang berjuang melawan penyihir jahat demi kedamaian dunia.

 

Itu adalah premis dari novel Harry Potter. Kekuatan premis adalah mampu menggambarkan novel yang tebal hanya dalam satu kalimat saja. Premis mengandung unsur, yaitu tokoh, tantangan, tujuan tokoh, dan resolusi. Sudah selesai membaca, kan, Bapak/Ibu? Mari kita lanjut alur belajar selanjutnya, yaitu...

 

3   Ruang Kolaborasi. Pada alur ini saya berikan beberapa kalimat, silakan Bapak/Ibu lanjutkan sendiri menjadi satu paragraf nanti di dalam resume, ya

Perlahan aku melangkah menyusuri tepian hutan diiringi suara-suara yang membuatku merinding. Perlahan tapi pasti suara-suara itu menghilang seiring dengan Langkah kaki gemetarku yang berusaha menenangkan hati. Dalam keadaan gelap gulita itu tanpa terasa aku telah jauh menapaki pinggiran hutan ini aku menggigil menahan takut akan keseraman yang mungkin akan aku temui di tengah sendirian . Mendadak ada sesuatu berkelebat di hadapanku yang membuat bulu kuduk disekujur tubuhku seketika meremang semua mengimbangi desiran darahku dan degup jantungku yang semakin kencang. Tidak lama kemudian terdengar suara di kejauhan yang semakin lama semakin menghilang dan menjadi sayup. Namun suara yang mulai menghilang itu tiba-tiba semakin lama kian mendekat. Aku Sendirian!

 

4   Demonstrasi Kontekstual. Pada alur ini silakan Bapak/Ibu menuliskan 5 tema yang paling Bapak/Ibu sukai dan kuasai. Bapak/Ibu boleh menuliskannya di notes HP atau docs atau di mana saja.

 

Bapak/Ibu boleh juga menambahkannya di dalam resume nantinya. Tidak dilarang juga, Bapak/Ibu hanya mengingatnya dalam pikiran, kok.

5 Tema yang paling saya sukai : Romatika Remaja, Cerita Silat, Petualangan. Kecanggihan Teknologi. Dongeng Anak.

 

5    Elaborasi Pemahaman. Pada alur ini kita akan lebih melakukan tanya jawab. Silakan Bapak/Ibu mengirimkan pertanyaan terkait materi terutama menyangkut hal-hal yang ingin diperdalam lagi. Silakan kirim pertanyaan ke nomor 088809405468.

Berikut penjelasan terkait outline:

- Kerangka disusun berdasarkan unsur-unsur pembangun cerita fiksi

- Menentukan tema agar pembaca mengerti lingkup cerita fiksi kita

- Membuat premis sesuai tema

- Menentukan uraian alur/plot berdasarkan unsur-unsurnya

- Menentukan penokohan kuat berdasarkan jenis dan teknik penggambaran watak tokoh dengan baik

- Menentukan latar/setting dengan menunjukkan sisi eksotis dan detail

- Memilih sudut pandang penceritaan yang unik

 

Agar menjadi cerita fiksi, cerita tentang ayah dan ibu bisa ditambahi bumbu penyedap, Jadi kisah nyata menjadi dasar menulis saja. Selanjutnya dikembangkan agar lebih menarik lagi.

 

Bagaimana kiat mudah membangun alur atau plot cerita fiksi?

1. Tentukan dulu jenis alur/plot yang ingin digunakan;

2. Memahami unsur-unsur alur/plot yang meliputi Pengenalan cerita, Awal konflik, Menuju konflik, Konflik memuncak/klimaks, Penyelesaian/ending.

Bagaimana membuat / menciptakan karakter tokoh cerita. Bagaimana bisa membuat masing2 tokoh punya karakter yang kuat? Bagaimana menerapkan POV 1 tanpa ego kita muncul disana?

Kuncinya tambahkan bumbu berupa konflik, hambatan/tantangan yang dihadapi tokoh, ending yang menyentuh, dll; Memberikan penjelasan selangkah demi selangkah terkait detail karakter, sifat, watak dengan metode show don't tell. Kemudian gambarkan tokoh melalui gaya bahasa, lingkungan tokoh, perilaku Kunci menjaga netralitas penulis POV 1 adalah jangan baper. Tempatkan diri sebagai penulis, bukan tokoh.

Di dalam membuat cerita fiksi akan selalu ada dialog bagaimana kiat sukses membuat dialog yang menarik, terkadang suka disisipi dengan tanda baca, agar pembaca bersemangat melanjutkan bacaannya? Kuncinya adalah buatlah dialog yang 'hidup'. Ciri-ciri dialog yang hidup itu tidak kaku, sesuai setting tempat cerita, dan ada aktivitas tokoh menyertai dialog.

 

6    Koneksi Antarmateri. Pada alur belajar ini, silakan Bapak/Ibu menuliskan kesimpulan dari materi belajar malam ini. Kesimpulan belajar malam ini, silakan Bapak/Ibu tuliskan di resume yang Bapak/Ibu buat.

 

Koneksi antar materi : Menulis cerita fiksi memang seru meski saya belum.lihai memilih diksi. Namun, saya beranikan diri layaknya faksi, fakta tapi dipoles dengan gaya fiksi karena didalamnya terkandung  Konflik adalah bumbu cerita. Tanpa konflik cerita menjadi hambar. Fiksimini dan Flash Fiction

 

7    Aksi Nyata. Alur belajar ini, yaitu terkait dengan penerapan materi malam ini dalam bentuk tulisan, yaitu resume hasil belajar. Silakan Bapak/Ibu membuat resume hasil belajar malam ini di blog masing-masing. Bentuk resume bebas ya.

 

Demikian resume pertemuan ke 10 ini. Sangat bermanfaat bagi saya untuk terus mengembangkan kemampuan menulis saya di kemudian hari.

 

Salam KBMN 28

Jumat, 27 Januari 2023

Yuk. Mudah Menulis

Oleh Noormasri Karyawan, S.Pt.,M.Pd.

 



Tema : Menulis itu Mudah

Narasumber : Prof. Dr. Ngainun Naim

Moderator : Lely Suryani, S.Pd., SD.

Hari/Tanggal : Jumat, 27 Januari 2023

 

Assalamualaikum Wr. Wb

 

Malam ini sangat menyenangkan, karena besok tidak ada kegiatan sekolah. Karena sekolah saya menerapkan pola belajar 5 hari atau dikenal dengan nama Full Day School. Jadinya tenang untuk mengikuti kegiatan sahabat KBMN 28 di pertemuan ke-9 di malam hari ini apalagi Moderatornya adalah orang yang sangat saya kenal di dunia maya (Belum pernah kopdar, sih). Dan mala mini akan belajar langsung dengan moderator yang handal. Nah narasumbernya ini yang sangat membuat saya penasaran soalnya Namanya saja atau  pakar dunia  literasi yaitu dan terteralah nam Prof. Dr.Ngainun Naim dibenak saya apalgi dan dipandu sang moderator hebat yaitu Ibu Lely Suryani,S.Pd.SD.

Prof DR, Ngainun Naim guru besar Institut Agam Islam Negeri Tulungagung Jawa Timur.Profesor telah menghasilkan banyak karya tulis menulisnyam dan tercatat ada 47 buku/judul yang telah diterbtkannya..

 

Bagi yang hobi meenulis dan menerbitkan buku, tentulah yang mamanya menulis adalah sebuah keterampilan dan ilmu budaya dasar yang sebagian besar orang pasti pernah dipelajari. Tapi, tidak semua orang tahun dan paham tentang cara membuat tulisan dan cara penulisan yang bauk dan benar disertai urutan menulis. Sebuah Karya Sastra atau semacamnya ada ilmu untuk menjabarkannya sehingga enak dibaca dan perlu sehingga para pembacanya akan menganggap bahwa tulisan itu sangat menarik dan epenting. Bagi penulis pemula pasti akan dada kebingungan untuk memulai menulis karena minimnya pengalaman atau kesulitan mengembangkan ide dalam pikirannya. Pada akhirnya, karya tulis mereka pun tidak bisa berkembang. Memang bagi penulis pemula untuk menjabarkan apa yang ada di pikiran dalam bentuk ketikan atau tulisan tentu adalah sebuah kusulitan yang besar. Tapi yang Namanya SULIT bukan berarti TIDAK BISA.

 

Seorang, penulis pemula harus memahami dulu cara mencari ilham dan cara mulai menulis, serta teknik dasar menulis, cara mencari ide hingga mengembangkannya menjadi sebuah tulisan dalam benak sebelum dieksekusi. Sebab, menulis tidak hanya sekedar menuangkan menjiplak atau menuangkan ide pikiran, tapi penulis juga harus bisa menggambarkan, membangun imajinasi pembaca sampai pesannya pun tersampaikan. Disini pemilihan kata sangat perlu sekali. Tapi memang benar kok. MENULIS ITU MUDAH. Kalur sudah faham tekniknya.

 

Prof. Dr Ngainun Naim ,menjelaskan bahwa Cara-cara menulis agar menjadi mudah yaitu

 

Pertama,Menulislah hal-hal sederhana yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Karena menulis kehidupan sehari-hari itu sumber tulisan yang subur.kita akan mudah menulis karena kita menceritakan  apa yang kita alami dan tinggal memilih aspek mana yang mau di ceritakan.selain itu,jangan takut salah atau jelek. 

 

Kedua, Jangan menulis sambil di baca lalu di edit.Hal itu menjadikan hambatan psikologis dalam menuangkan pikiran. menulislah mengalir apa yang ada dalam pikiran secara bebas.Nah setelah selesai menulis  misalkan di pagi hari tinggalkan dan disimpan di komputer/laptop jangan dibaca dulu lalu di sore hari nya bisa dibaca dengan suasana psikologis yang berbeda dengan mencermati kalimat demi kalimat dan tambahkan ide yang ada jika memang perlu di tambah serta jika ada typo yang perlu diperbaiki.

 

Ketiga,Menulis tentang perjalanan atau rekreasi.hal ini jenis tulisan yang mudah dibuat karena kita sering sekali melakukan perjalanan misalnya beliau tadi pagi melakukan perjalanan dari Jakarta dan tiba di rumah pukul 18.20 Wib.Lalu apa yang Ia lakukan di perjalanan langsung di tulis. 

 

Kempat,Menulis lah secara Ngemil. Ngemil diambil dari bahasa jawa yang artinya sedikit demi sedikit seperti ngemil kacang bawang.Ia menulis hamir setiap hari menulis beberapa tulisan untuk blog kompasiana dengan mentargetkan 3-5 paragraf saja dan untuk artikel jurnal 1 paragraf.

 

Sekelumit pencerahan yang diberikan oleh Prof. Ngainun Naim memang sangat gambling dan sangat mudah diikutti dan dilaksanakan sehingga bagi yang memang ingin benar-benar menjadi penulis pasti akan sangat mudah untuk memulai membuat sebuah tulisan.

      

Inilah sekelumit resume materi tentang cara memulai menulis dengan mudah yang dipaparkan oleh Prof, Ngainun Naim. Semoga memberi manfaat bagi seluruh pembaca.terimakasih telah membaca tulisan ini. Sampai bertemu lagi pada pertemuan berikutnya

 

Salam KBMN 28. 

Rabu, 25 Januari 2023

I'm Still a Blogger

Oleh Noormasri Karyawan, S.Pt.,M.Pd.

 


Tema : Komitmen Menulis Di Blog

Narasumber : Drs. Dedi Dwitagama, M.Si.

Moderator : Sigid PN, SH

Hari/Tanggal : Rabu, 25 Januari 2023

 

Assalamualaikum Wr. Wb

 

Pertemuan ke 8 pada KBMN 28 dilaksanakan bermedia Zoom. Sembari menunggu host mengapprove saya, saya mengecek Kembali wifi rumah, mencukupi kuota tablet untuk antisipasi kalau lampu padam. Pukul 15.00 jemput anak dulu dari sekolahnya SMP Islam Terpadu Nurul Ilmi 2 Jambi. Tepat pukul 17.00 saya sudah refresh, dan bersiap ke Mesjid dan menyambut azan maghrib. Tak lama azan maghrib berkumandan, kamipun sholat Maghrib berjamaah. Setelah zikir, saya pulang. Nyalakan laptop, menyiapkan tablet lalu Zoom pun ON. Kali ini tema yang akan diusung oleh narasumber  Drs. Dedi Dwitagama, M.Si. Komitmen Menulis Di Blog, fengan Bapak Sigid PN, SH sebagai moderator.

 

Pak Sigid membuka Zoom Meeting dengan memperkenalkan Om Jay sebagai sosok yang terkenal sebagai motivator saya dalam menulis juga pencetus KBMN 28 ini. Selanjutnya pak Sigid memperkenalkan Narasumber malam ini Bapak Drs. Dedi Dwitagama, M.Si. yang akan membawakan topik "Menulis Blog Yang konsisten"

Awal meeting, Pak Dedi mengajak peserta untuk browsing di semua platformnya beliau. Beliau juga memberikan sugesti dan motivasi dengan menjanjikan hadiah baju kaos yang akan diberikan kepada 2 penanya terbaik dan dikirim ke alamat pemenang tanpa ongkir jika diluar pulau Jawa atau diluar Jakarta. 


Pak Dedi, berharap agar kita jangan banyak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat di internet, pengalamannya, ketika ingin melihat histori salah seorang profesor favoritnya  di internet, tidak ada informasi apapun yang bisa didapatkan. Namun ketika kita ingin melihat barang- barang dari yang sekecil apapun, akan dengan mudah didapatkan, karena banyaknya yang memposting.

Inilah alasan Pak Dedi memilih topik ini. Agar guru- guru produktif dapat mengabadikan karya- karyanya di blog, atau di media apapun. Ukuran produktif jangan diukur dengan cuan dulu, bisa juga dari penghargaan orang- orang di sekitar kita.


Kebanyakan para blogger atau writer ingin langsung terkenal dan banyak juga yang maunya berada dizona nyaman dan enggan hijrah bila sudah berenang di zona nyaman. tanpa bersusah payah dengan kegiataan menulis ini, menghabiskan waktu dengan zoom meeting sampai larut malam, memangnya gaji kita naik, memangnya kita akan dipromosikan. Sehingga tidak mau melakukan aktifitas lain selain dari rutinitas sehari-hari. Tidak meninggalkan bekas apapun, tidak ada gajah yang meninggalkan gading, tidak ada manusia yang meninggalkan nama, tidak ada harimau yang meninggalkan belang.


Menurut pak Dedi, salah satu ciri orang hebat adalah produktifitasnya. Orang hebat mempunyai ide, visi, upaya, dan mimpi untuk diraihnya. Orang hebat punya rasa percaya diri. Orang hebat memiliki kelebihan yang berlebih dari kelebihan orang lain.

Selanjutnya pak Dedi memaparkan bahwa tujuan utama menjadi blogger dan aktif menulis blog adalah agar konten kita bisa abadi disana -di dunia maya- Bila dalam bentuk fisik atau kongkrit foto-foto atau gambar jepretan kamera yang kita simpan dalam kamera, maka bisa saja suatu saat bisa hilang atau terhapus dari kamera. Atau jika kita memiliki buku, suatu saat bisa saja sobek, atau terkena musibah sehingga buku hilang atau tidak ditemukan lagi. 

 

Sebagai contoh di Amerika ada koran yang berumur ratusan tahun tapi harus dihentikan penerbitannya pada tahun 2020. Hal itu karena biaya cetak untuk penerbitan dengan kertas yang sangat mahal. Kemudian dihentikanjanlah penerbitan menggunakan kertas dan sebagai gantinya korang tersedbut diterbitkan secara digital. Demikian juga dengan kita para guru, alangkah lebih baiknya jika kita memindahkan file-file atau perangkat pembelajaran kita ke blog agar bisa dilihat oleh siswa- siswa yang tentunya juga mempunyai blog.

 

Apabila setiap prestasi kita tropi, piala atau piagam, lebih baik difoto dan diceritakan di blog pribadi. Demikian juga kisah- kisah kita dengan siswa yang ada foto- fotonya, jika dinarasikan akan menjadi kenangan bagi siswa yang membacanya suatu saat nanti. Berarti kita telah meninggalkan jejak.

 

Untuk menjadi blogger, da beberapa genre, namun kita tidak perlu khawatir kita bergenre apa saja. Bila kita rajin mengisi blog kita  biasanya dalam kurun waktu setahun kita akan menemukanbergenre apa tulisan kita dan bisang apa yang menjadi passion kita. Karena itu teruslah menulis, walaupun satu Alinea paragrap. Tulislah apapun yang ada dalam benak dan tulislah apapun ittu. Tinggalkanlah jejak untuk generasi penerusmu. Buatlah karyamu untuk dinikmati banyak orang, walaupun menurutmu tulisanmu tidak bisa dinikmati.

 

Dengan menulis di Blog, Pak Dedi telah banyak menikmati pemandangan di luar negeri dan di dalam negeri. Beliau tidak lupa menuliskan dan mengapload semua foto-fotonya di blog. Sehingga semua pembaca dapat mengetahui jejak langkah kemanapun beliau pergi. Materi dengan Pak Dedi malam ini tak terasa berlalu begitu cepat dan luar biasa, hingga tibalah sesi tanya jawab. Pertanyaan pertama dari seorang ibu, apa kelemahan menulis di kompasiana. Jawaban Pak Dedi jika suatu saat kompasiana bangkrut maka tulisan kita di kompasiana juga akan tamat.


Mendengar paparan pak dedi pada sesi itu, saya teringat dengan artikel yang pernah saya tulis di koran lokal di daerah saya. Koran itu saat ini sudah hilang. Tapi Ketika saya browding di dunia maya, ternyata seluruh artikel, cerpen, opini, tajuk rencana yang pernah saya di tulis di kora nada semua. Luar biasa kehebatan dunia maya.

 

Akhir pertemuan Pak Dedi menginspirasi, dan memberikan sugesti agar tetap menorehkan dan meninggalkan jejak digital. Suatu saat jejak digital itu akan diikuti oleh generasi penerus dan tak satupun jejak yang akan hilang. Berikanlah satu arti dalam tulisan blog walau sekecil apapun melalui blog.

 

Demikian resume pertemuan kali ini. Semoga apa yang dipaparkan oleh narasumber akan menjadi penyuluh semangat bagi para blogger.

 

Salam KBMN 28